Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Beltim Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Lapas, Dorong Penguatan Pembinaan dan Penegakan Hukum di Daerah

Kamis, 28 Mei 2026 | Mei 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-28T09:39:11Z


Sisnet Radio, Manggar
— Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sistem hukum dan pembinaan kemasyarakatan di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan sertipikat tanah kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan untuk pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru di Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung.

Serah terima sertipikat tanah berlangsung di Ruang Kerja Bupati Belitung Timur, Selasa (26/5/2026), dan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan fasilitas pemasyarakatan yang lebih representatif bagi masyarakat Belitung Timur.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur atas dukungan nyata yang diberikan melalui hibah lahan tersebut.

Menurut Ade, pembangunan Lapas di wilayah Belitung Timur memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam mendukung proses penegakan hukum, tetapi juga memperkuat pembinaan warga binaan agar lebih dekat dengan lingkungan keluarga dan sosial mereka.

“Keberadaan Lapas di Beltim nantinya akan sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga warga binaan yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk melakukan kunjungan. Ini juga akan mempermudah proses pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan,” ujar Ade Agustina.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan lapas tersebut akan terlebih dahulu dilaporkan ke tingkat kementerian untuk proses pengajuan anggaran dan penetapan konsep pembangunan.

Ade menyebutkan, konsep Lapas Terbuka dinilai paling sesuai diterapkan di Belitung Timur mengingat kondisi wilayah yang mendukung pengembangan sektor pertanian serta program ketahanan pangan nasional.

“Kalau yang paling cocok kemungkinan Lapas Terbuka, karena wilayahnya sangat mendukung untuk pertanian dan pembinaan berbasis ketahanan pangan,” jelasnya.

Selain berfungsi sebagai tempat pembinaan, keberadaan lapas di daerah sendiri juga diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang lebih baik, terutama dalam menjaga hubungan emosional warga binaan dengan keluarga mereka.

Berdasarkan data pembebasan bersyarat, mayoritas keluarga penjamin warga binaan diketahui berdomisili di Belitung Timur. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting perlunya pembangunan lapas di wilayah ini.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh demi terwujudnya pembangunan lapas tersebut, termasuk kesiapan penambahan luasan lahan.

Dari rencana awal seluas 6 hektar, Pemkab Beltim bahkan siap menambah hingga total 10 hektar guna memenuhi kebutuhan pengembangan fasilitas lapas di masa mendatang.

“Tanah 6 hektar sudah kita serahkan, dan masih ada tambahan sekitar 4 hektar lagi yang sedang kita siapkan. Saya sudah meminta camat dan kepala desa untuk membantu proses pengakomodasiannya,” tegas Kamarudin.

Menurut Bupati, penambahan lahan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi masyarakat sekitar, termasuk area perkebunan sawit warga yang berbatasan langsung dengan lokasi pembangunan.

“Penyiapan lahan kita lakukan bertahap agar kebutuhan pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan Lapas di Belitung Timur diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan pemasyarakatan yang lebih efektif, humanis, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat daerah.

Di sisi lain, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mendukung program pembinaan warga binaan yang lebih produktif dan mandiri di masa depan.

Sumber: Diskominfo SP Beltim
Editor: Sisnet Radio

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update