MANGGAR, SISNET RADIO — Pergerakan harga di Kabupaten Belitung Timur sepanjang Agustus 2026 menunjukkan adanya tekanan inflasi pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), Belitung Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,27 persen, dengan IHK berada pada level 109,30.
Menariknya, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok dengan kontribusi inflasi terbesar dalam pergerakan harga, baik secara month to month (m-to-m), year on year (y-on-y), maupun year to date (y-to-d).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan harga kebutuhan konsumsi sehari-hari masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi laju inflasi di Belitung Timur. Kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki keterkaitan langsung dengan pengeluaran rumah tangga sehingga perubahan harganya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Secara tahunan, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 5,16 persen. Angka ini menjadi salah satu kenaikan tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.
Jika dilihat dalam pergerakan harga secara bulanan, Kabupaten Belitung Timur pada Agustus 2026 mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,65 persen.
Selain kelompok tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,08 persen, sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 2,38 persen.
Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami kenaikan sebesar 2,11 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,60 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,35 persen, serta kelompok transportasi sebesar 1,17 persen.
Kenaikan juga tercatat pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,95 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,86 persen, kesehatan sebesar 0,15 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.
Inflasi Bulanan dan Kumulatif
Pada Agustus 2026, Belitung Timur mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,65 persen. Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,95 persen.
Dengan demikian, ketiga indikator inflasi—m-to-m, y-on-y, dan y-to-d—menunjukkan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok yang paling besar dalam mendorong pergerakan inflasi.
Data ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat dalam mencermati perkembangan harga, khususnya komoditas kebutuhan pokok yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Stabilitas harga pangan menjadi salah satu kunci dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, perkembangan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau patut terus menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas ekonomi Kabupaten Belitung Timur.
SISNET RADIO — 90.5 FM
Media Informasi dan Berita Belitung Timur


