SISnet Radio - Gantung, 26 November 2025. Keceriaan dan antusiasme ratusan pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Belitung Timur mewarnai pelaksanaan Lomba Olahraga Tradisional Milud atau Galah Panjang, yang digelar untuk pertama kalinya di Halaman MPB Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Rabu (26/11/25) pagi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kabupaten Beltim ini menjadi magnet tersendiri bagi para siswa dan pendidik. Meski baru pertama kali dilombakan, Lomba Milud berhasil menarik partisipasi besar dari berbagai sekolah. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap permainan tradisional yang hampir terlupakan.
Milud atau Galah Panjang merupakan permainan tradisional Melayu yang sarat nilai budaya. Permainan ini mengandalkan ketangkasan, strategi, dan kerja sama tim, di mana setiap pertandingan berlangsung selama 10 menit. Tim penyerang dituntut untuk melewati garis dari titik awal hingga kembali ke titik semula tanpa tersentuh, sementara tim penjaga bertugas menggagalkan pergerakan mereka. Ketika salah satu pemain penyerang berhasil disentuh, peran kedua tim langsung berganti.
PORTINA: Melestarikan Permainan Tradisional di Era Modern
Ketua Panitia Pelaksana, Iwan Saputra, menuturkan bahwa penyelenggaraan Lomba Milud merupakan bagian dari komitmen PORTINA Kabupaten Beltim dalam menjaga keberlanjutan permainan tradisional di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan perubahan budaya bermain anak.
“Permainan tradisional seperti Milud memiliki nilai-nilai luhur yang sangat berharga, mulai dari kebersamaan, sportivitas, kemampuan mengambil keputusan, hingga ketangkasan fisik. Melalui perlombaan ini, kami berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur,” ujar Iwan.
Didampingi Sekretaris PORTINA Beltim, Saka Bathara Yuda, Iwan mengungkapkan bahwa lomba tahun ini diikuti oleh 362 pelajar dari berbagai SD dan SMP se-Beltim. Mereka tergabung dalam 62 tim putra dan putri, masing-masing terdiri dari lima pemain inti dan satu pemain cadangan.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini — mulai dari Pemerintah Kabupaten Beltim, KORMI, PORTINA Beltim, panitia, hingga para guru dan sekolah,” tambahnya.
KORMI Beltim: Siap Kembangkan Lebih Banyak Lomba Tradisional
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Beltim, Khairil Anwar, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Milud perdana ini. Ia bahkan mengaku terhibur dengan keseruan pertandingan yang menurutnya membangkitkan nostalgia masa kecil.
“Festival ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional yang dulu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Tahun ini kita memulai dengan Milud atau Galah Panjang sebagai cabang perdana yang dilombakan,” ujar Khairil.
Meski pelaksanaannya berlangsung lancar, Khairil menilai sejumlah aspek teknis masih perlu diperbaiki agar ke depan pelaksanaannya semakin sempurna.
“Diperlukan adanya tanda batas garis luar dan bendera wasit agar permainan lebih tertib dan sesuai aturan. Ini akan menjadi catatan untuk penyelenggaraan berikutnya. Kami juga berencana menyiapkan piala bergilir untuk kategori juara,” jelasnya.
Wakil Bupati Belitung Timur tersebut menambahkan bahwa antusiasme masyarakat dan banyaknya usulan olahraga tradisional menjadi energi bagi KORMI untuk terus mengembangkan festival sejenis.
“Tahun ini anggaran masih terbatas sehingga baru Milud yang bisa dilombakan. Namun ke depan, usulan seperti Patok Lele dari KKGO Gantung akan kami kaji agar bisa masuk dalam agenda kegiatan berikutnya. Insyaallah akan terus kita dukung,” tegas Khairil. (S)




