SISnet Radio -Padang, 6 Desember 2025 Belitung Timur — Gelaran Grand Final Festival Rebana Padang Bersholawat Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung Tahun 2025 berlangsung khidmat dan meriah di kawasan Agro Wisata Kulong Kero, Desa Padang, Kecamatan Manggar. Acara yang menghadirkan grup-grup rebana terbaik dari berbagai daerah ini menjadi momentum penting dalam menguatkan syiar Islam melalui seni dan budaya.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Belitung Timur, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ketua DPRD Beltim, unsur Forkopimda, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan masyarakat yang memadati area kegiatan.
Kepala Desa Padang: Syukur, Apresiasi, dan Kerendahan Hati
Dalam sambutan pembuka, Kepala Desa Padang, Izhar, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya festival ini. Ia memuji kerja keras panitia serta peran para donatur dan masyarakat yang terus mendukung kegiatan bernuansa Islami di desa tersebut.
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara.
“Segala amal baik para donatur dan pendukung kegiatan ini, semoga Allah balas dengan pahala yang berlipat ganda. Kami sebagai manusia tentu tidak luput dari kekurangan. Mudah-mudahan apa yang kurang menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan,” tuturnya.
Kepala Desa juga memberikan apresiasi khusus kepada para peserta dari luar daerah—termasuk dari Membalong dan Tanjungpandan—yang dengan penuh semangat hadir memeriahkan kegiatan syiar Islam ini.
Bupati Beltim: Jaga Seni Islami dan Perkuat Toleransi
Dalam sambutan resmi penutupan, Bupati Belitung Timur, H. Kamaruddin Muten, memberikan pesan bernilai Islami sekaligus motivasi kepada seluruh peserta dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seni rebana adalah bagian dari warisan budaya Islam yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Seni rebana bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari syiar. Melalui lantunan sholawat dan irama yang indah, kita menguatkan kecintaan kepada Rasulullah. Mari kita jaga bersama-sama agar seni Islami ini tidak pernah hilang dari bumi Belitong,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama, yang menjadi kekuatan utama masyarakat Belitung Timur.
Tak hanya itu, Bupati memberikan hadiah tambahan berupa:
-
Uang tunai Rp1.000.000 untuk juara 8, 9, dan 10,
-
Serta satu set alat rebana baru bagi juara 1 (akan diserahkan kemudian).
Gestur ini disambut meriah oleh para peserta dan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni Islami.
Dewan Juri Umumkan Para Juara Festival Rebana 2025
Ketua Panitia, Samsul Hairun, bersama dewan juri kemudian mengumumkan para pemenang dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan.
🏆 HASIL LOMBA FESTIVAL REBANA PADANG BERSHOLAWAT 2025
Kategori Juara Utama
-
Juara I — Alunan Qolbu (Desa Padang)
Trophy + Rp1.500.000 -
Juara II — Darusalam (Manggar)
Trophy + Rp1.250.000 -
Juara III — Muroqobah (Simpang Rusa)
Trophy + Rp1.000.000 -
Juara IV — Nurul Jadid (Kelapa Kampit)
Trophy + Rp750.000
Kategori Harapan
-
Harapan I — Assa’adah (Desa Lalang)
Trophy + Rp600.000 -
Harapan II — Al Istiqomah (Lalang Jaya)
Trophy + Rp600.000
Kategori Favorit
-
Favorit — An Nisa (Desa Mempaya)
Trophy + Rp500.000
Syiar Islam, Silaturahmi, dan Persatuan
Festival Rebana Padang Bersholawat yang digelar setiap tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni islami, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan menjaga budaya religius di Kabupaten Belitung Timur dan Belitung.
Melalui festival ini, pemerintah daerah dan masyarakat kembali dikuatkan akan pentingnya melestarikan seni rebana sebagai simbol kecintaan kepada Rasulullah SAW dan sebagai media dakwah yang menyejukkan hati.
Acara ditutup dengan pemukulan rebana bersama dan doa penutup, diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. (S)





