Notification

×

Iklan

Iklan

BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Beltim Bersama FKTP Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Januari 2026 | Januari 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-13T11:10:31Z



Manggar, SisnetRadio.com – BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Beltim. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan rekredensialing FKTP sebagai bagian dari evaluasi pelayanan kesehatan sepanjang tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Beltim, Selasa (13/1/2026).

Evaluasi disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, yang menilai sebagian besar pelayanan FKTP di Kabupaten Beltim telah berjalan sesuai standar. Namun demikian, ia menekankan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, terutama terkait ketersediaan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, sarana penunjang, serta kelengkapan obat-obatan.

“Tetap harus ada yang ditingkatkan. Misalnya dari sisi jumlah tenaga spesialis, kemudian penunjangnya, ketersediaan obat dan lain-lain. Itu tetap ada yang perlu dioptimalkan lagi,” ujar Aswalmi.

Kegiatan rekredensialing FKTP tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim Dianita Fitriani, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Muhammad Zein dr. Rima Ramba, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Beltim Fenny Yulianti, para pimpinan klinik pratama dan utama, serta kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Beltim.

Aswalmi menyampaikan keyakinannya bahwa RSUD Muhammad Zein bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.

“Dengan manajemen yang ada saat ini, kami yakin peningkatan pelayanan sudah menjadi perhatian utama. Dari data yang kami peroleh, tidak ditemukan kesalahan yang bersifat fatal,” katanya.

Memasuki tahun 2026, BPJS Kesehatan juga menekankan pentingnya penguatan peran FKTP, terutama dalam upaya promotif dan preventif. Menurut Aswalmi, skrining kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh agar risiko penyakit dapat diketahui sejak dini dan tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

“Kalau sejak awal sudah diketahui risikonya dan dikelola dengan baik, penyakit tidak akan jatuh pada komplikasi yang lebih parah. Inilah yang ingin kita perkuat di FKTP,” jelasnya.

Rekredensialing FKTP sendiri merupakan evaluasi berkala yang dilakukan BPJS Kesehatan terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik, dan praktik dokter. Evaluasi ini bertujuan memastikan standar mutu, kelayakan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta komitmen pelayanan tetap terjaga demi memberikan layanan optimal bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peran Aktif Masyarakat Dinilai Penting

Selain evaluasi internal, Aswalmi juga menyoroti masih minimnya masukan dan umpan balik dari masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan di FKTP maupun fasilitas rujukan lanjutan.

“Pengukuran kepuasan masyarakat kami lihat dari kesan dan masukan yang diberikan. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk menyampaikan feedback masih relatif rendah,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Aswalmi, BPJS Kesehatan telah menyediakan sarana penilaian layanan melalui sistem KESSAN yang dapat diakses dengan mudah melalui pemindaian kode batang (barcode) di setiap fasilitas kesehatan.

“Ini yang perlu terus didorong. Kalau kita ingin pelayanan kesehatan publik semakin baik, masyarakat harus proaktif memberikan penilaian dan masukan,” tambahnya.


Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim Dianita Fitriani menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis.

“Kami sudah menyekolahkan tenaga medis serta menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, kami juga memiliki dokter mitra yang dikontrak melalui BLUD,” kata Dianita.

Dianita mengakui bahwa tantangan utama saat ini masih berkaitan dengan daya tarik finansial bagi dokter spesialis dari luar daerah. Namun, ia optimistis dukungan tambahan dari Kementerian Kesehatan dapat menjadi solusi.

“Kementerian Kesehatan akan memberikan tunjangan tambahan bagi dokter spesialis yang bertugas di Beltim. Mudah-mudahan ini bisa menarik minat dokter spesialis lainnya,” pungkasnya.(S)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update