Notification

×

Iklan

Iklan

Tepati Komitmen Lingkungan, Brandun Organizer Tebar Ratusan Benih Ikan di Kulong Minyak

Selasa, 06 Januari 2026 | Januari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T21:30:01Z


SisnetRadio.com – Belitung Timur
Brandun Organizer menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan penaburan ratusan benih ikan di kawasan wisata Kulong Minyak, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan “Lomba Mancing Bahagie di Kulong Minyak Vol. 1”, sekaligus bentuk tanggung jawab ekologis pasca-event 

Penaburan benih ikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Brandun Organizer, M. Noor Masese, sebagai simbol konsistensi antara hiburan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Ketua Pelaksana kegiatan, Pahala, mengungkapkan bahwa jumlah benih ikan yang ditebar melebihi rencana awal, sebagai wujud kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem perairan Kulong Minyak.

“Awalnya kita memesan sekitar 300 bibit. Namun dari pihak kolam di Mempayak ada tambahan sekitar 100 bibit lagi, khusus untuk Kulong Minyak,” ujar Pahala kepada Sisnet Radio.

Benih ikan yang ditebar terdiri dari ikan nila, patin, dan lele, jenis ikan yang dinilai adaptif serta mampu berkembang di perairan Kulong Minyak. Penaburan dilakukan pada Selasa sore  06 januari 2026 pukul 17.30 WIB, bertepatan dengan rangkaian hiburan malam yang dimeriahkan oleh penampilan musik DEFAS.


Mengganti yang Terambil, Menambah yang Tumbuh

Sementara itu, M. Noor Masese menegaskan bahwa kegiatan penaburan benih bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari konsep event berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian.

“Sekitar 400 bibit ikan kita taburkan sebagai bentuk penggantian atas hasil tangkapan lomba mancing kemarin yang mencapai sekitar 2,4 Kg. Ikan yang masih hidup kita lepaskan kembali, lalu kita tambah dengan bibit baru,” jelasnya.

Ia menyebutkan, seluruh benih ikan tersebut diperoleh dari Balai Budidaya Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung Timur, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukan hanya soal menebar ikan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa kegiatan hiburan bisa berjalan seiring dengan peningkatan PAD dan pelestarian lingkungan,” ungkap Noor Masese.

Kulong Minyak, Dari Jejak Limbah Menjadi Ikon Wisata

Lebih jauh, Noor Masese menilai bahwa Kulong Minyak memiliki nilai historis sekaligus potensi besar sebagai ikon wisata berbasis lingkungan dan komunitas.

“Kalau kita melihat sejarah, Kulong Minyak ini dulunya bekas limbah puluhan tahun lalu. Namun hari ini, ikan bisa hidup dan berkembang di sini. Ini bukti bahwa alam bisa pulih jika dikelola dengan cara yang benar,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan ekosistem perairan Kulong Minyak menjadi contoh nyata bahwa kawasan eks-limbah pun dapat disulap menjadi ruang publik yang produktif dan bernilai ekonomi.


Multiefek Ekonomi, Wisata, dan UMKM

Kegiatan ini juga dinilai memberikan dampak berganda bagi masyarakat. Antusiasme peserta lomba mancing yang tinggi, ramainya kunjungan warga, serta keterlibatan pelaku UMKM menjadi indikator nyata perputaran ekonomi lokal.

“Di satu sisi UMKM bergerak, di sisi lain kita menghidupkan wisata. Konsepnya sederhana: memancing, menikmati hiburan, lalu mengembalikan dan menambah ikan,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Kulong Minyak berpeluang menjadi lokasi event memancing skala nasional, sebagai alternatif wisata selain laut di Belitung Timur.

Menuju Agenda Berkelanjutan

Ke depan, Brandun Organizer berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

“Insyaallah, dengan dukungan Bupati dan seluruh stakeholder, kegiatan ini bisa berkembang. Harapan saya, Kulong Minyak suatu hari dikenal sebagai lokasi event mancing nasional berbasis wisata publik dan lingkungan,” tutup Noor Masese.(S)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update