Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTs Negeri 1 Belitung Timur tersebut bukan hanya menjadi seremoni pelepasan siswa kelas IX, namun menjadi momentum penting dalam mengapresiasi perjalanan pendidikan, pembentukan karakter, serta keberhasilan siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
Sebanyak 24 siswa siswi berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an Juz 30, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bagi madrasah, orang tua, dan seluruh keluarga besar MTs Negeri 1 Belitung Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tamu undangan, di antaranya PLT kepala kantor kamenag Belitung timur Amizan Wardi, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah/Pengawas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur, Ketua Komite beserta pengurus, Kepala Desa Kurnia Jaya Manggar, Kepala MIN 1 Belitung Timur, serta tokoh undangan lainnya.
Madrasah, Tempat Membentuk Ilmu dan Karakter
Rangkaian acara diawali dengan penyambutan guru dan siswa, pembukaan, penampilan Tari Selamat Datang dari Sanggar Bedincak, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Khalisa dan Cahya, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ashari, S.Ag.
Berbagai penampilan seni siswa turut mewarnai kegiatan, mulai dari ansambel campuran tiga alat musik oleh Tim Triharmoni yang sebelumnya meraih prestasi FLS3N, musik tradisional, hingga persembahan siswa kelas IX.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga mengembangkan bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri para peserta didik.
Pesan Kepala Madrasah: Ilmu Harus Dibawa Bersama Akhlak
Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri 1 Belitung Timur menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan.
Menurutnya, selama berada di madrasah, para siswa telah mendapatkan pembelajaran, bimbingan, serta pembinaan karakter dari para guru.
Momen pelepasan ini menjadi simbol bahwa tugas madrasah telah mengantarkan para siswa menuju tahap berikutnya.
“Selama tiga tahun anak-anak kami dibimbing dan dididik. Hari ini kami menyerahkan kembali kepada orang tua. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal kehidupan, menjaga akhlak, dan menjadi generasi yang membawa kebaikan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tetap menjaga nama baik madrasah serta terus melanjutkan pendidikan.
Tahfidz Al-Qur’an, Bekal Menghadapi Tantangan Zaman
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur memberikan apresiasi terhadap capaian para siswa tahfidz.
Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman merupakan prestasi yang sangat bernilai.
Generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan media sosial hingga derasnya arus informasi. Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi pegangan dalam kehidupan.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat terbaik. Terus perbaiki bacaan, pahami maknanya, dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Mengukir Prestasi dan Melanjutkan Perjalanan
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyematan selempang kepada wisudawan dan wisudawati tahfidz, penyerahan penghargaan siswa dengan nilai terbaik, serta penghargaan kepada 10 lulusan terbaik MTs Negeri 1 Belitung Timur Tahun Pelajaran 2025/2026.
Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda kelas IX A, IX B, IX C, dan IX D yang berlangsung penuh haru, disaksikan oleh guru dan orang tua.
Para siswa yang sebelumnya datang sebagai peserta didik, hari ini meninggalkan madrasah sebagai generasi muda yang diharapkan lebih matang, berilmu, dan siap menghadapi masa depan.
Bagi MTs Negeri 1 Belitung Timur, pelepasan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah baru bagi para lulusan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sisnet Radio 90,5 FM
Suara Informasi Belitung Timur
Mengabarkan, Menginspirasi, dan Mengedukasi






