SISNET RADIO | Manggar, Belitung Timur — Harapan untuk memiliki rumah yang lebih aman dan layak huni mulai dirasakan masyarakat kurang mampu di Kabupaten Belitung Timur.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) tahun 2026 akan merehabilitasi sebanyak 181 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS).
Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Beltim dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
Sebagai tahap awal, sebanyak 112 calon penerima manfaat yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan hasil verifikasi akan segera menerima bantuan. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada awal Juli 2026.
Kepala DPUPRP2RKP Kabupaten Beltim, Idwan Fikri mengatakan program BSRS diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya desil 1 hingga desil 5.
“Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang rumahnya belum layak. Sebelum ditetapkan sebagai penerima, dilakukan verifikasi administrasi bersama Dinas Sosial dan pengecekan langsung ke lapangan,” ujar Idwan.
Setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta.
Dana tersebut diperuntukkan untuk pembelian material bangunan sebesar Rp22,5 juta dan biaya tenaga kerja atau tukang sebesar Rp7,5 juta.
Namun bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai yang dapat digunakan bebas. Sistem penyaluran dibuat khusus agar bantuan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan rehabilitasi rumah.
“Dana disalurkan melalui rekening khusus atas nama penerima manfaat. Untuk material, pencairannya dilakukan berdasarkan kebutuhan dan langsung melalui toko bangunan mitra program,” jelas Idwan.
DPUPRP2RKP Beltim memastikan seluruh proses pembuatan rekening penerima bantuan tidak dipungut biaya. Masyarakat hanya perlu menyiapkan dokumen administrasi yang diperlukan.
Gotong Royong Jadi Bagian Penting Program
Selain bantuan pemerintah, program BSRS juga mengedepankan semangat gotong royong.
Penerima manfaat diberikan kesempatan menentukan tenaga tukang yang akan membantu proses pembangunan, sementara pemerintah daerah tetap melakukan pendampingan dan pengawasan.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPUPRP2RKP Beltim, Eldo Mukmin mengatakan tujuan utama program ini adalah mengubah rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
“Bantuan ini harus benar-benar memberikan perubahan bagi masyarakat. Karena itu pengawasan tetap dilakukan selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.
Program rehabilitasi RTLH ini juga menjadi bagian dari target besar Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam mewujudkan 1.000 rumah layak huni hingga tahun 2029.
Nek Une, 92 Tahun Menunggu Rumah Lebih Layak
Di balik ratusan rumah yang akan diperbaiki, ada cerita perjuangan warga yang selama ini bertahan dengan kondisi seadanya.
Salah satunya Unima Razak, atau yang akrab disapa Nek Une, warga Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung.
Di usia 92 tahun, Nek Une akhirnya mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah semi permanen yang selama ini ditempatinya.
Rumah berbahan papan tersebut sudah termakan usia dan dikhawatirkan tidak lagi aman untuk dihuni.
Nek Une yang kini hidup sendiri setelah ditinggal suaminya puluhan tahun lalu, pernah menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu bekerja sebagai buruh kebun demi keluarga.
Dengan kondisi pendengaran dan penglihatan yang sudah menurun, Nek Une hanya berharap dapat menikmati masa tuanya di rumah yang lebih kokoh.
“Alhamdulillah, senang. Bantuan ini cukup untuk memperbaiki rumah,” ucap Nek Une.
Putrinya, Rosmini (56), mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.
“Nanti rumah dibantu dibangun oleh keponakan kami. Bantuan ini sangat berarti untuk ibu,” ujarnya.
Bagi Nek Une, bantuan tersebut bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi menghadirkan rasa aman di hari tua.
“Semoga dapat rumah yang baik dan layak untuk ditinggali,” harapnya.
SISNET RADIO — Suara Informasi Belitung Timur, Mengabarkan dengan Kepedulian.





