Manggar, Beltim – Sisnet Radio. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat langkah percepatan pembangunan sanitasi permukiman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Kick Off Meeting) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Gunung Lumut Bapperida Beltim, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fachrozi. Rapat turut dihadiri perwakilan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Permukiman Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Pokja PKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta anggota Pokja PKP Kabupaten Belitung Timur.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP2RKP Kabupaten Beltim, Lukman, menyampaikan bahwa capaian akses sanitasi layak di Kabupaten Belitung Timur saat ini sudah mencapai angka 98,11 persen.
Namun demikian, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kualitas layanan menuju sanitasi aman.
“Untuk sanitasi layak sudah mencapai 98,11 persen. Namun sanitasi aman baru berada di angka 4,70 persen, sementara target tahun 2029 sebesar 30 persen. Masih ada pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Lukman.
Selain sektor sanitasi, pengelolaan persampahan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan data tahun 2025, layanan pengumpulan sampah baru mencapai 25 persen, sementara sampah yang berhasil diolah masih berada pada angka 0,20 persen.
Menurut Lukman, beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain belum optimalnya penerapan regulasi, keterbatasan kelembagaan, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mulai mengalami tekanan, serta masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan air limbah domestik.
“Pembangunan sanitasi membutuhkan dukungan besar, termasuk dari sisi pendanaan. Karena itu diperlukan kerja sama seluruh pihak agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” jelasnya.
Sanitasi Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Investasi Masa Depan
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fachrozi, menegaskan bahwa pembangunan sanitasi memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, sanitasi tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Sanitasi bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup generasi yang akan datang,” kata Ikhwan.
Ia menambahkan, kembali ditetapkannya Kabupaten Belitung Timur sebagai lokasi Program PPSP Tahun 2026 merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui program tersebut, Pemkab Beltim akan memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan efektivitas perencanaan, mengoptimalkan sumber pendanaan, serta mendorong peningkatan layanan sanitasi dan pengelolaan sampah.
“Kita berharap rapat koordinasi ini menjadi awal dari langkah nyata. Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar pembangunan sanitasi di Beltim dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan program PPSP Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menargetkan terciptanya kawasan permukiman yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
📻 Sisnet Radio 90,5 FM
Suara Informasi Belitung Timur
Mengabarkan, Menginspirasi, Mengedukasi




