Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Santriwati Beltim Ukir Sejarah, Bawa Nama Babel ke Panggung MTQ Nasional XXXI

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T12:08:37Z


MANGGAR, SISNET RADIO — Tiga remaja putri asal Kabupaten Belitung Timur kini membawa harapan besar ke panggung nasional. Bukan sekadar mengikuti perlombaan, Adinda (17), Feby Dwi Aulia (16), dan Nadifha Sepira Ramadani (16) berhasil mencatat sejarah sebagai tim Syarhil Al-Qur’an pertama dari Belitung Timur yang menembus MTQ Nasional.


Ketiganya akan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Belitung Timur. Berawal dari TPA Al Marhamah, ketiganya mampu menaklukkan persaingan di tingkat provinsi dan meraih juara pertama MTQ Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diikuti tujuh kabupaten/kota.

Namun perjalanan mereka belum berhenti.

Setelah menjadi juara tingkat provinsi, Adinda, Feby, dan Nadifha kembali menjalani proses seleksi untuk menentukan wakil Babel di tingkat nasional. Hasilnya, ketiganya dipercaya membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke ajang bergengsi tersebut.

Tiga Remaja, Tiga Peran, Satu Misi

Dalam penampilan Syarhil Al-Qur’an, ketiganya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi.

Adinda, siswi SMK Negeri 1 Manggar, dipercaya sebagai pensyarah. Sementara Feby Dwi Aulia, yang juga bersekolah di SMK Negeri 1 Manggar, bertugas sebagai sari tilawah.

Sedangkan Nadifha Sepira Ramadani, siswi SMA Negeri 1 Manggar, tampil sebagai qariah.

Bagi Adinda, kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi pengalaman pertama sekaligus tantangan besar.

“Rasanya pastinya deg-degan karena ini juga kami pertama kali untuk ikut ke nasional,” ungkap Adinda.

Meski rasa gugup tak bisa dihindari, ketiganya terus mematangkan persiapan. Mereka telah mengikuti dua kali training center bersama pelatih provinsi, kemudian melanjutkan latihan secara daring dan mandiri.

Latihan juga dilakukan secara rutin bersama di TPA Al Marhamah maupun di rumah salah satu anggota tim.

“Insya Allah kami bertiga memberikan dakwah yang terbaik, memberikan prestasi yang terbaik juga buat Belitung Timur karena ini juga pengalaman pertama,” kata Adinda.

Empat Materi Harus Dikuasai

Pembimbing tim, Ustadz Nurul Adly, mengungkapkan perjalanan menuju tingkat nasional tidak diperoleh dengan mudah.

Setelah meraih peringkat pertama di tingkat provinsi, ketiga santriwati kembali bersaing dalam proses seleksi bersama peraih peringkat kedua. Seleksi tersebut akhirnya menetapkan mereka sebagai wakil Babel untuk MTQ Nasional.

“Untuk Belitung Timur khususnya memang perdana. Yang juara satu di provinsi pun perdana dan yang terpilih nasional juga,” ujar Nurul Adly.

Menghadapi kompetisi nasional, tantangan semakin besar. Tim harus menguasai empat judul materi Syarhil Al-Qur’an. Salah satu materi nantinya akan ditentukan melalui pengundian sekitar 24 jam sebelum penampilan.

Artinya, tidak ada ruang untuk hanya mengandalkan satu materi. Ketiganya harus benar-benar siap dengan seluruh materi yang telah dipersiapkan.


Bagi tim, kekompakan juga menjadi kunci. Ketiga peran harus berjalan selaras agar pesan dakwah yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh dewan hakim maupun masyarakat yang menyaksikan.

Dukungan Pemkab Jadi Penguat Mental

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur turut memberikan dukungan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar mengatakan, keberhasilan bukan hanya diukur dari apakah mereka membawa pulang gelar juara. Yang terpenting, ketiganya mampu tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Semua orang tetap ingin juara. Tapi, di balik juara itu, kita minta sportivitas. Kemudian, tampil itu benar-benar maksimal nantinya, memberikan yang terbaiklah untuk Provinsi dan Kabupaten Belitung Timur tentunya,” ujar Khairil.

Menurutnya, keberangkatan ketiga santriwati tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan menuju sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Belitung Timur.

“Semoga prestasi mereka nanti bisa memotivasi adik-adik yang lain untuk ikut berprestasi di tingkat nasional,” harapnya.

Membawa Nama Daerah, Membawa Harapan

Beberapa hari menjelang penampilan, persiapan mental menjadi perhatian penting. Nurul Adly menilai dukungan pemerintah daerah memberikan motivasi tambahan bagi ketiga santriwati.

“Anak-anak termotivasi karena didukung oleh pemerintah daerah. Paling tidak mendekati hari H penampilan ini, tinggal sekitar tiga empat hari lagi, mentalnya semakin dikuatkan,” ungkapnya.

Kini, Adinda, Feby, dan Nadifha tinggal menunggu waktu untuk tampil di panggung nasional.

Mereka berangkat bukan hanya membawa nama sendiri, keluarga, sekolah, maupun TPA tempat mereka belajar. Ada nama Belitung Timur dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ikut mereka bawa.

Apapun hasil akhirnya nanti, langkah ketiga santriwati ini telah menjadi catatan penting bagi perjalanan pembinaan generasi Qur’ani di Belitung Timur.

Dari sebuah TPA di daerah, tiga remaja membuktikan bahwa prestasi nasional bisa dimulai dari sebuah langkah kecil, selama ada kemauan, latihan, doa, dan dukungan.

SISNET RADIO
Mengabarkan, Menginspirasi, dan Menjadi Bagian dari Cerita Belitung Timur.

Sumber: Diskominfo SP Kabupaten Belitung Timur
Senin, 7 September 2026

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update