Pesan tersebut disampaikan Khairil saat menghadiri Kampanye Gerakan Cegah Stunting di SMK Negeri 1 Simpang Renggiang, Jumat (4/9/2026).
Khairil mengatakan, remaja memiliki peran penting dalam pencegahan stunting karena mereka merupakan calon orang tua yang nantinya turut menentukan kualitas generasi mendatang.
“Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, termasuk pada remaja, agar mereka siap menjadi orang tua dan dapat melahirkan generasi yang sehat,” ujar Khairil.
Ia mengajak para remaja menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, mencegah anemia, menjaga kesehatan reproduksi, serta memanfaatkan layanan kesehatan untuk mendapatkan informasi maupun bantuan.
Khusus bagi remaja putri, Khairil mengingatkan pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin sesuai anjuran untuk mencegah anemia.
“Jangan lupa rutin minum Tablet Tambah Darah sesuai anjuran,” pesannya.
Selain kesehatan, Khairil juga menekankan pentingnya mencegah perkawinan usia anak. Menurutnya, pencegahan perkawinan usia anak merupakan bagian dari upaya mencegah stunting karena berkaitan dengan kesiapan kesehatan ibu dan anak serta upaya memutus risiko stunting antargenerasi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Mappamadeng, mengungkapkan berdasarkan data per Juli 2026 terdapat 323 remaja putri atau 16,83 persen yang mengalami anemia.
Dinas Kesehatan mendorong remaja putri untuk mengonsumsi TTD sebanyak satu tablet setiap minggu, disertai pola makan bergizi seimbang dan pola hidup sehat.
Mappamadeng juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Remaja putra juga memiliki peran karena mereka merupakan calon ayah di masa depan.
“Calon ayah juga harus sehat, memiliki pengetahuan tentang gizi dan kesehatan reproduksi serta memiliki kesiapan untuk membangun keluarga yang sehat,” katanya.
Ia menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, OPD, pemerintah desa, TP PKK, sekolah, puskesmas, tenaga kesehatan, orang tua hingga para remaja itu sendiri.
“Mari kita bergerak bersama untuk menyiapkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Beltim, Sekretaris Dinas Kesehatan Beltim, Sekretaris Diskominfo SP Beltim, perwakilan Dinas Pendidikan, Camat Simpang Renggiang, kepala sekolah, siswa-siswi sekolah di lingkungan Simpang Renggiang serta undangan lainnya.
Sumber: Diskominfo SP Beltim | Sisnet Radio 90.5 FM




