SISNET RADIO, MANGGAR — Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, memperingati Hari Jadi ke-34 pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Peringatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Lalang Jaya tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya hari jadi desa diperingati secara resmi setelah melalui proses penelusuran sejarah dan dokumen pemerintahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Manggar Suharman, S.H., Kepala Desa Lalang Jaya Artono, Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Desa Lalang Jaya Suryadi, Ketua BPD Desa Lalang Jaya, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga desa serta masyarakat setempat.
Pertama Kali Diperingati Secara Resmi
Dalam rangkaian kegiatan, Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Desa Lalang Jaya, Suryadi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Peringatan Hari Jadi ke-34 ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah Desa Lalang Jaya serta mempererat silaturahmi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga.
Ketua BPD Desa Lalang Jaya dalam sambutannya menjelaskan bahwa penetapan hari jadi berawal dari pertanyaan masyarakat mengenai kapan sebenarnya Desa Lalang Jaya memperingati hari kelahirannya.
Pertanyaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran berbagai dokumen dan arsip sejarah, termasuk ke sejumlah instansi kearsipan di Tanjungpandan dan Belitung Timur.
Dalam proses tersebut, dibentuk Tim 11 untuk membantu menelusuri jejak sejarah Desa Lalang Jaya.
Hasil penelusuran kemudian mengarah pada dokumen keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi dasar penetapan 31 Oktober 1992 sebagai tonggak sejarah Desa Lalang Jaya. Penetapan tersebut selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Desa Lalang Jaya Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hari Jadi Desa Lalang Jaya.
Dengan dasar tersebut, tahun 2026 menjadi momentum pertama bagi masyarakat Desa Lalang Jaya untuk memperingati Hari Jadi desa secara resmi.
Pemotongan Tumpeng Jadi Simbol Hari Jadi
Salah satu rangkaian utama peringatan adalah pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 34 tahun Desa Lalang Jaya.
Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kepala Desa Lalang Jaya Artono. Potongan tumpeng kemudian diberikan kepada tokoh adat Desa Lalang Jaya, Kik Dukun Hamsun, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh adat dan bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai adat serta sejarah desa.
Selain itu, nasi tumpeng kedua diberikan kepada Bapak Effendi dalam rangkaian acara peringatan Hari Jadi Desa Lalang Jaya ke-34.
Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan menjadi salah satu simbol penghormatan terhadap para tokoh serta masyarakat yang turut menjadi bagian dari perjalanan Desa Lalang Jaya.
Mengenang Perjalanan Desa
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lalang Jaya Artono turut menyampaikan gambaran perjalanan desa dari masa awal pembentukan hingga perkembangannya saat ini.
Artono menjelaskan perjalanan Desa Lalang Jaya yang pada awalnya merupakan desa persiapan sebelum kemudian ditetapkan menjadi desa definitif. Dalam perkembangannya, wilayah desa juga mengalami perubahan dan pemekaran seiring dengan perkembangan pemerintahan serta kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan data mengenai kondisi Desa Lalang Jaya saat ini, termasuk jumlah penduduk sekitar 3.609 jiwa dengan 1.243 kepala keluarga.
Artono turut menyampaikan sejumlah prestasi yang pernah diraih Desa Lalang Jaya dalam perjalanan pembangunan desa, termasuk capaian pada tingkat kecamatan, kabupaten dan nominasi pada tingkat nasional.
Momentum Memperkuat Kebersamaan
Peringatan Hari Jadi ke-34 Desa Lalang Jaya diharapkan menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Kehadiran Camat Manggar Suharman, S.H., pemerintah desa, BPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakat menjadi bagian dari momentum silaturahmi dan refleksi perjalanan Desa Lalang Jaya.
Usia 34 tahun menjadi pengingat bahwa pembangunan desa merupakan perjalanan panjang yang tidak terlepas dari peran kepala desa terdahulu, BPD, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh masyarakat.
Hari Jadi Desa Lalang Jaya ke-34 akhirnya menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan masa lalu sekaligus membangun semangat bersama menuju Lalang Jaya yang semakin maju dan sejahtera.
Sisnet Radio 90,5 FM — Informasi Lokal Belitung Timur



