BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) terus memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang adil dan responsif gender. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga dengan memperkuat layanan perlindungan perempuan dan anak serta mendorong program yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Komitmen tersebut dipaparkan Pemkab Beltim dalam rangka verifikasi lapangan Penilaian Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) Tahun 2026, yang berlangsung di ruang rapat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Beltim, Jumat (23/10/2026).
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Beltim, Ronny Setiawan, menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam pembangunan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Sekampong Ngenjage Perempuan dan Anak, yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa.
“Melalui program tersebut, sebanyak 39 desa telah ditetapkan sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) berdasarkan Surat Keputusan Bupati pada 2025. Komitmen ini kemudian diperkuat melalui penguatan nota kesepahaman (MoU) perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa pada 2026,” ungkap Ronny.
Didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Efita Santy, Ronny mengatakan pendekatan hingga tingkat desa menjadi penting karena terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Keterlibatan tersebut mencakup pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga layanan hingga masyarakat.
Diperkuat Regulasi dan Kelembagaan
Selain program di tingkat masyarakat, Pemkab Beltim juga memiliki sejumlah landasan regulasi untuk mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG).
Di antaranya Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender, Rencana Aksi Daerah (RAD) PUG, serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) dan Tim Focal Point PUG.
Dari sisi indikator pembangunan, Ronny menyebut Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Beltim mencapai 88,58 pada 2025. Indikator tersebut digunakan untuk melihat kesenjangan capaian pembangunan manusia antara perempuan dan laki-laki.
“Penguatan komitmen juga dilakukan melalui layanan perlindungan perempuan dan anak. Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) didukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk kompetensi dalam manajemen penanganan kasus, penggunaan aplikasi SIMFONI PPA versi 3, serta kemampuan mediasi melalui tenaga bersertifikat,” jelas Ronny.
Perlindungan Anak Diperkuat di Sekolah
Upaya pencegahan kekerasan juga dilakukan di lingkungan pendidikan. Pemkab Beltim mendorong pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif dan ramah bagi peserta didik.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Beltim memperkuat pelaksanaan PUG secara lintas sektor. Sementara itu, verifikasi lapangan PPE 2026 menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelaksanaan kebijakan, kelembagaan, layanan serta berbagai program yang telah dikembangkan pemerintah daerah.
Ronny menegaskan, keberhasilan pengarusutamaan gender ke depan tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan regulasi maupun capaian administratif.
“Ke depan, keberhasilan pengarusutamaan gender tidak hanya ditentukan oleh keberadaan regulasi dan capaian administratif, tetapi juga oleh sejauh mana perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan yang adil dalam pembangunan, serta sejauh mana perempuan dan anak mendapatkan perlindungan dan layanan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Rapat presentasi tersebut turut diikuti Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim Royan Agusriadie, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan desa.
Melalui penguatan program hingga tingkat desa, peningkatan kualitas layanan dan keterlibatan lintas sektor, Pemkab Beltim terus mendorong pembangunan yang inklusif serta responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
SISNET RADIO – Informasi Lokal Belitung Timur.



