Di Kecamatan Manggar, kondisi tersebut bahkan membuat pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Manggar terhenti sejak Senin, 26 Oktober 2026, setelah sumber air baku di kawasan Tebat Gadong, Desa Padang, mengalami kekeringan.
Debit air yang terus menyusut membuat upaya penyedotan yang sebelumnya dilakukan petugas akhirnya tidak lagi dapat dipertahankan. Sumber air di lokasi tersebut semakin dangkal hingga tidak memungkinkan lagi untuk memenuhi kebutuhan sistem pelayanan.
Kepala UPT SPAM Beltim, Dr. Fahrudin, mengatakan kondisi sumber air baku sebenarnya sudah mulai kritis sekitar satu minggu sebelum pelayanan dihentikan.
“Seminggu lalu sudah mulai kritis. Kami usahakan untuk menyedot air, tetapi akhirnya memang tidak bisa lagi karena kondisi alam,” ujar Fahrudin saat ditemui Diskominfo SP Beltim, Kamis (29/10/2026).
Bukan Sekadar Air Tidak Mengalir
Berhentinya pelayanan SPAM Manggar bukan sekadar persoalan air yang tidak mengalir dari keran pelanggan.
Sistem tersebut selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat, termasuk sejumlah fasilitas sosial dan perkantoran yang mendukung pelayanan publik.
Karena itu, kondisi kekeringan di Tebat Gadong menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan teknis sekaligus menunggu dukungan kondisi alam.
UPT SPAM Beltim telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Tim BWS sebelumnya telah turun langsung ke Tebat Gadong untuk melihat kondisi sumber air dan kemungkinan penanganannya.
Namun, kondisi Tebat Gadong dinilai berbeda dengan sejumlah lokasi lain yang masih memungkinkan dilakukan penanganan melalui pengerukan.
Tidak Semua Wilayah Beltim Mengalami Kondisi yang Sama
Di tengah kondisi kritis SPAM Manggar, pelayanan SPAM di wilayah lain masih berlangsung dengan kondisi yang berbeda.
SPAM Damar masih beroperasi meskipun debit air bakunya mengalami penyusutan.
SPAM Simpang Pesak juga masih berjalan setelah hujan turun, walaupun debit air belum kembali seperti kondisi sebelumnya.
Sementara SPAM Simpang Renggiang masih tetap beroperasi.
Perbedaan kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan air baku di Beltim tidak terjadi secara seragam. Setiap wilayah memiliki kondisi sumber air dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
UPT SPAM Beltim berharap perubahan kondisi cuaca dan turunnya hujan dapat membantu memulihkan sumber air baku sehingga pelayanan SPAM Manggar bisa kembali berjalan.
Perumdam Pelangi Masih Mengalir, Tetapi Waktu Pelayanan Dikurangi
Persoalan air baku juga dirasakan Perumdam Pelangi Beltim.
Berbeda dengan SPAM Manggar yang harus menghentikan pelayanan, Perumdam Pelangi masih melayani pelanggan. Namun, keterbatasan air baku membuat waktu operasional harus dikurangi.
Direktur Perumdam Pelangi Beltim, Zubair, menyebut ketersediaan air baku saat ini diperkirakan hanya sekitar 20 persen, terutama untuk wilayah Manggar.
Kondisi tersebut membuat pelayanan dibatasi maksimal sekitar 8 hingga 10 jam per hari, menyesuaikan dengan jumlah air yang tersedia.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Kolong Damar, khususnya sumber air untuk wilayah pelayanan menuju pasar.
Untuk membantu proses penyedotan, posisi pipa isap pada intake telah diperpanjang menuju bagian yang lebih tengah.
Sedangkan untuk wilayah Pancor, Perumdam menyiapkan penggunaan pompa transfer atau pompa bantu. Skenario pembagian jalur distribusi juga tengah dipersiapkan untuk menyesuaikan keterbatasan pasokan.
Saat Air Menjadi Persoalan Bersama
Musim kemarau pada akhirnya mengingatkan kita bahwa air bukan sumber daya yang tidak terbatas.
Ketika sumber air baku mulai mengering, dampaknya tidak berhenti pada pelayanan perusahaan penyedia air. Aktivitas rumah tangga, fasilitas sosial, pelayanan publik hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat ikut terdampak.
Karena itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak.
Saat aliran air tersedia, pelanggan diimbau menampung air secukupnya untuk kebutuhan pokok, memastikan keran tertutup rapat setelah digunakan, serta menghindari penggunaan air secara berlebihan.
Air yang hari ini kita hemat, bisa menjadi air yang kita butuhkan esok hari.
Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga sumber-sumber air bukan hanya tugas pemerintah atau pengelola layanan air. Masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga ketersediaan air, terutama ketika musim kemarau berlangsung.
Sisnet Radio 90,5 FM akan terus mengikuti perkembangan kondisi air bersih di Belitung Timur dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Sisnet Radio — Informasi Lokal Belitung Timur.
Satu Hati Bangun Negeri.



