Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Santri 2026, Bupati Kamarudin Muten Tekankan Integritas dan Penguatan Peran Santri di Belitung Timur

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-24T11:04:10Z


MANGGAR, SISNET RADIO — Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Belitung Timur tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menegaskan kembali peran generasi santri dalam pembangunan daerah.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut digelar di Taman depan Kantor Kecamatan Manggar, Kamis, 22 Oktober 2026, dan dihadiri Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, pengasuh pesantren, guru, serta para santri serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur, Amizan Wardi.

Dalam sambutannya, Bupati Kamarudin Muten menekankan bahwa perjuangan santri pada masa kini tidak lagi semata-mata diwujudkan dalam bentuk perjuangan fisik, melainkan melalui pendidikan, integritas, akhlak, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, santri harus dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.

Ia juga menyinggung pentingnya integritas dalam kehidupan pemerintahan maupun masyarakat. Kamarudin mengatakan, nilai kejujuran dan keteladanan harus ditanamkan sejak dini, termasuk kepada para peserta didik.

“Kalau kita jadi kepala daerah, kita juga masih lemah. Di mana letak integritas kita,” demikian salah satu penekanan Bupati dalam sambutannya.

Tekankan toleransi dan kebersamaan

Dalam kesempatan tersebut, Kamarudin juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.

Ia mengatakan, seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

Menurut Kamarudin, keberagaman justru menjadi ruang bagi seorang pemimpin untuk membangun komunikasi dan mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan kehadirannya dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat, termasuk safari Ramadan. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus melihat secara langsung kebutuhan masyarakat.

“Bukan masalah agama, masalah niat kita, hati kita,” ujar Kamarudin dalam sambutannya.

Perhatian kepada guru ngaji dan marbot

Bupati juga mengungkapkan perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan, namun tidak selalu memiliki kemampuan ekonomi yang memadai.

Ia menyebut guru ngaji dan marbot sebagai bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian.

Kamarudin bahkan menyampaikan bahwa beberapa waktu sebelumnya pemerintah telah memberangkatkan sejumlah guru ngaji dan marbot untuk menjalankan ibadah umrah.

Menurutnya, perhatian tersebut merupakan bagian dari komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

Dorong penguatan ekonomi untuk mendukung santri

Hal lain yang cukup menarik dalam sambutan Bupati adalah rencana membangun sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan kesejahteraan santri.

Kamarudin menyampaikan bahwa dirinya telah mulai berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan perkebunan besar serta berupaya membangun kerja sama dengan PT Timah.

Gagasannya adalah memanfaatkan lahan yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan perkebunan plasma yang hasilnya dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan masjid dan masyarakat di sekitarnya.

Dari skema tersebut, menurut Kamarudin, manfaat ekonomi nantinya diharapkan dapat membantu berbagai kebutuhan sosial-keagamaan, termasuk mendukung santri, marbot dan guru ngaji.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa penguatan kehidupan keagamaan, menurut pemerintah daerah, tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga membutuhkan fondasi ekonomi yang berkelanjutan.

Santri dan masa depan Belitung Timur

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur dalam sambutannya mengingatkan kembali sejarah perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menekankan bahwa semangat perjuangan tersebut harus diteruskan oleh generasi santri melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks Belitung Timur, pendidikan menjadi salah satu perhatian yang terus didorong pemerintah daerah. Salah satunya melalui pengembangan fasilitas pendidikan yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda.

Peringatan Hari Santri 2026 akhirnya tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana nilai perjuangan, pendidikan, integritas, toleransi dan pemberdayaan ekonomi dapat diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat Belitung Timur.

Dengan tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, tantangan terbesar bukan hanya melahirkan santri yang memahami ilmu agama, tetapi juga generasi yang mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah, menjaga persatuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update