Notification

×

Iklan

Iklan

146 Siswa di Wilayah Kepulauan Beltim Terima Program Makan Tambahan Bergizi

Selasa, 06 Januari 2026 | Januari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T03:43:33Z


SisnetRadio.com – Manggar

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) mulai merealisasikan Program Makan Tambahan Bergizi (MTB) bagi siswa sekolah dasar di wilayah kepulauan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di daerah terpencil.

Program ini menyasar 146 siswa yang tersebar di empat pulau terluar Kabupaten Belitung Timur, yakni Pulau Buku Limau (Kecamatan Manggar), Pulau Long (Kecamatan Gantung), Pulau Ketapang, dan Pulau Batun (Kecamatan Simpang Pesak).

Peluncuran Program MTB dilakukan secara resmi oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, didampingi Wakil Bupati Khairil Anwar, Sekretaris Daerah Erna Kunondo, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam rapat di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin (5/1/2025).

Bentuk Komitmen Daerah Hadir di Wilayah Terluar

Bupati Beltim, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa Program MTB merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir dan bertindak nyata, meskipun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat belum sepenuhnya menjangkau wilayah kepulauan.

“Program Makan Tambahan Bergizi ini konsepnya hampir sama dengan Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat. Namun, kami sesuaikan dengan kondisi daerah dan karakteristik wilayah kepulauan,” ujar Kamarudin.

Menurutnya, MTB dirancang sebagai program transisi agar siswa di wilayah kepulauan tidak tertinggal dalam pemenuhan gizi, sembari menunggu implementasi penuh program nasional.

“Program ini kita jalankan sambil menunggu program pusat dapat menjangkau siswa-siswa di Pulau Buku Limau, Ketapang, Long, dan Batun,” jelasnya.

Asupan Gizi Terukur dan Berkelanjutan

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa menerima satu kotak susu setiap hari, serta makanan tambahan bergizi yang diberikan secara bergantian, seperti biskuit, telur, dan roti. Pola pemberian menu tersebut dirancang agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi seimbang sekaligus menghindari kejenuhan.

“Setiap anak mendapatkan susu dan menu tambahan secara bergantian, supaya kebutuhan gizinya terpenuhi dan anak-anak tidak bosan,” tambah Kamarudin.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, terutama bagi siswa yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas.


Didukung Kolaborasi Dana CSR

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemkab Beltim menggandeng Forum Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai mitra strategis dalam pengalokasian anggaran. Skema kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan sosial, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Kamarudin menegaskan bahwa perhatian terhadap masa depan anak-anak di wilayah kepulauan merupakan prioritas utama pemerintah daerah.

“Sejak awal saya sangat peduli dengan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan. Pemerintah daerah harus benar-benar hadir dan memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya.

Solusi Sementara Menuju Program Nasional

Melalui Program MTB, Pemkab Beltim berharap dapat memberikan solusi nyata dan berkelanjutan dalam pemenuhan gizi siswa, sekaligus menjadi jembatan kebijakan sebelum Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat dapat menjangkau seluruh wilayah kepulauan di Kabupaten Belitung Timur.

Program ini juga diharapkan menjadi fondasi kuat dalam upaya menekan kesenjangan layanan pendidikan dan kesehatan antara wilayah daratan dan kepulauan.(S)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update