Notification

×

Iklan

Iklan

Inflasi Februari 2026 Capai 3,00 Persen, Pemkab Beltim Perkuat Pengendalian Harga Jelang Idulfitri

Selasa, 03 Maret 2026 | Maret 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T23:38:04Z


Manggar
– Pemerintah Kabupaten Belitung Timur memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, menyusul rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur, Senin (2/3/2026).

Dalam rilis resmi tersebut, Statistisi Ahli Madya BPS Beltim, Fetia Nursih Widiastuti, menyampaikan bahwa Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,00 persen, dengan IHK tercatat 107,23.

Struktur Inflasi: Tekanan Terbesar pada Kelompok Perumahan

Inflasi y-on-y didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Tekanan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik signifikan sebesar 22,12 persen.

Kenaikan juga tercatat pada:

  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 16,25 persen

  • Makanan, minuman, dan tembakau: 1,27 persen

  • Kesehatan: 0,67 persen

  • Perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga: 0,50 persen

  • Pakaian dan alas kaki: 0,28 persen

  • Restoran: 0,14 persen

Sementara itu, beberapa kelompok mencatat deflasi, antara lain:

  • Pendidikan: -15,57 persen

  • Transportasi: -0,11 persen

  • Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: -0,06 persen

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya relatif stabil.

Secara umum, capaian inflasi 3,00 persen ini masih berada dalam rentang pengendalian yang moderat, namun tetap memerlukan langkah antisipatif, terutama menjelang momentum peningkatan konsumsi masyarakat saat Idulfitri.


Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Lebaran

Bupati Belitung Timur melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ikhwan Fahrozi, menegaskan bahwa data statistik yang dirilis BPS menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan pengendalian harga dan stabilisasi ekonomi daerah.

Menurutnya, sejumlah dinamika harga turut memengaruhi struktur inflasi, termasuk tren kenaikan harga emas yang berdampak pada pola konsumsi masyarakat, serta kenaikan harga komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai akibat berkurangnya pasokan dari daerah pemasok.

Di sisi lain, kondisi cuaca yang relatif kondusif memberikan dampak positif terhadap hasil tangkapan nelayan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga komoditas perikanan.

Menjelang Idulfitri, pemerintah daerah memproyeksikan peningkatan permintaan pada komoditas strategis seperti daging ayam dan daging sapi. Untuk itu, langkah pengendalian yang diperkuat meliputi:

  • Optimalisasi peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

  • Pemantauan harga secara berkala di pasar tradisional dan modern

  • Pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah

  • Pengawasan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok bahan pokok

“Kebijakan harus berbasis data. Pengendalian inflasi tidak hanya soal menjaga harga, tetapi juga memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” ujar Ikhwan.


Komitmen Stabilitas Ekonomi Daerah

Melalui rilis Berita Resmi Statistik (BRS) ini, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi daerah secara terukur dan berbasis data. Sinergi antara pemerintah daerah, BPS, pelaku usaha, serta masyarakat menjadi kunci dalam menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya pada periode musiman seperti Ramadan dan Idulfitri.

🎙️ Sisnet Radio 90,5 FM
Menghadirkan Informasi Akurat, Berimbang, dan Terpercaya untuk Masyarakat Belitung Timur.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update