Belitung timur, Sisnet radio — Kawasan Keretak Sawah Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, kini menjelma menjadi destinasi agrowisata berbasis edukasi setelah sebelumnya merupakan lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Hamparan padi hijau menguning di atas lahan seluas 1,8 hektare menghadirkan panorama alami yang menarik minat masyarakat. Selain menjadi lokasi produksi pertanian, kawasan ini juga mulai dikenal sebagai tempat wisata, di mana pengunjung datang untuk menikmati pemandangan hingga berswafoto dan membagikannya di media sosial.
🌾 Dari Lahan Tidur Menjadi Produktif
Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan kelompok tani, dengan memanfaatkan dana desa.
“Awalnya ini lahan tidur. Melalui kolaborasi dan dukungan dana desa, kami upayakan lahan ini menjadi produktif,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Pengembangan Agrowisata Keretak Sawah Nujau Hijau dimulai sejak Desember 2025 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 juta, serta dikelola langsung oleh kelompok tani setempat bersama pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
📚 Edukasi Pertanian untuk Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada hasil panen, konsep yang dikembangkan juga mengedepankan nilai edukasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal proses pertanian secara langsung.
“Ini bukan hanya soal hasil panen, tapi bagaimana masyarakat bisa belajar proses bertani, dari tanam hingga panen,” jelas Arief.
Ke depan, Pemerintah Desa Gantung berencana menghadirkan paket wisata edukasi pertanian yang menyasar sekolah dan komunitas, sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga ikut merasakan pengalaman bertani.
🌱 Harapan Baru Desa
Dengan konsep integrasi antara pertanian, edukasi, dan wisata, Agrowisata Keretak Sawah Nujau Hijau diharapkan menjadi wajah baru Desa Gantung dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi lokal.
Kawasan ini tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran dan pengalaman baru bagi masyarakat, sekaligus menjadi simbol transformasi desa menuju kemandirian dan keberlanjutan.
Editor: Sisnet Radio Newsroom




