Musyawarah dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Yenny, yang membacakan sambutan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten. Turut hadir unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Belitung Timur, jajaran pejabat Pemkab, Majelis Pertimbangan Pokja (MPP), serta anggota Pokja Wartawan dari berbagai media.
Tak lama berselang, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, hadir langsung untuk memantau jalannya musyawarah hingga proses pemilihan ketua.
Pemkab Tekankan Peran Strategis Pers
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan, ditegaskan bahwa Pokja Wartawan memiliki posisi penting dalam ekosistem pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga kualitas informasi publik.
“Pokja Wartawan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga transparansi informasi, serta menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.”
Pemerintah daerah juga mengapresiasi pelaksanaan musyawarah sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi.
“Musyawarah ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum evaluasi serta penyusunan langkah strategis ke depan.”
Lebih lanjut, ditekankan pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas dan mampu menjaga soliditas organisasi, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari insan pers, demi mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.”
Proses Sidang dan Evaluasi Organisasi
Musyawarah diikuti 31 peserta penuh dan 3 peninjau, serta dinyatakan memenuhi kuorum. Sidang Paripurna I menetapkan tata tertib, termasuk ketentuan hak suara hanya bagi peserta penuh.
Pada Paripurna II, disampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua periode 2023–2026 yang kemudian mendapat tanggapan konstruktif dari peserta. Beberapa catatan utama meliputi:
- Penguatan mekanisme musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan
- Peningkatan partisipasi aktif anggota
- Apresiasi terhadap capaian program kerja sebelumnya
LPJ akhirnya diterima forum dengan catatan perbaikan untuk periode mendatang.
Pemilihan Ketua Berlangsung Demokratis
Sidang Paripurna III menjadi puncak kegiatan dengan agenda pemilihan Ketua Pokja. Empat kandidat yang maju yakni:
- Fendi Kuswandi
- Sahrus Salis
- Suherman Fuad
- Suhartono
Hasil pemungutan suara dari 31 suara sah menetapkan:
- Fendi Kuswandi: 6 suara
- Sahrus Salis: 4 suara
- Suherman Fuad: 14 suara
- Suhartono: 7 suara
Dengan demikian, Suherman Fuad kembali dipercaya memimpin Pokja Wartawan Belitung Timur untuk periode 2026–2029.
Komitmen Ketua Terpilih: Soliditas dan Regenerasi
Usai penetapan, Suherman Fuad menegaskan bahwa kepemimpinan periode kedua akan difokuskan pada penguatan internal organisasi.
“Ke depan, Pokja ini harus kita bangun bersama. Yang sebelumnya kurang solid akan kita perbaiki. Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh anggota.”
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi dalam tubuh organisasi dengan melibatkan unsur muda dalam kepengurusan.
“Kita dorong generasi muda untuk mengambil peran, agar organisasi ini tetap kuat dan berkelanjutan.”
Arah Kebijakan: Digitalisasi dan Kesejahteraan
Dalam arah program ke depan, sejumlah agenda strategis menjadi prioritas, antara lain:
- Penguatan sistem keanggotaan berbasis kompetensi dan karya jurnalistik
- Penataan administrasi organisasi secara profesional
- Pengembangan website resmi Pokja sebagai identitas digital
- Inisiasi koperasi wartawan untuk mendukung kesejahteraan anggota
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi di tengah dinamika industri media yang terus berkembang.
Susunan Pengurus Inti 2026–2029
Musyawarah juga menetapkan struktur kepengurusan:
- Ketua: Suherman Fuad
- Wakil Ketua I: Suhartono
- Wakil Ketua II: Fendi Kuswandi
- Sekretaris I: Mulyadi
- Sekretaris II: Risda Rislidawati
- Bendahara I: Alpin Cahyadi
- Bendahara II: Hairani
Penegasan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Musyawarah V Pokja Wartawan Belitung Timur menjadi momentum konsolidasi dalam memperkuat peran pers sebagai pilar keempat demokrasi, sekaligus mendorong profesionalitas, integritas, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Dengan kepemimpinan baru yang kembali dipercayakan kepada Suherman Fuad, Pokja Wartawan Belitung Timur diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era digital serta kebutuhan informasi publik yang semakin dinamis.(S)





