Notification

×

Iklan

Iklan

Muhammadiyah Beltim Gelar Salat Id Lebih Awal, Ratusan Jamaah Padati Masjid Ahmad Dahlan Manggar

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-20T04:36:44Z


MANGGAR, SISNET RADIO
– Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Jumat (20/3/2026) pagi.

Sejak pagi, jamaah telah memadati lokasi dari berbagai wilayah di Manggar dan sekitarnya. Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat, tertib, dan lancar, meski dilaksanakan lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah.

Pengamanan kegiatan turut dilakukan oleh aparat kepolisian. Wakil Kepala Polres Belitung Timur, Kompol Deddy Nuary, hadir bersama sejumlah personel untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Salat Id.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustad Rio Ramadhan menyampaikan khutbah bertema “Kembali ke Fitrah”, yang menekankan pentingnya menjaga kesucian diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Belitung Timur, Suhardi, mengatakan jumlah jamaah yang hadir tahun ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

“Jumlah jamaah ratusan orang, relatif sama seperti biasanya. Memang sebagian besar lokasi tempat tinggal jamaah cukup jauh,” kata Suhardi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah di Beltim tahun ini digelar di dua lokasi, yakni di Masjid Ahmad Dahlan Manggar dan di Panti Asuhan Muhammadiyah di Kecamatan Gantung.

“Tidak ada pembagian khusus. Jamaah terbagi secara alami karena adanya dua titik pelaksanaan,” ujarnya.



Perbedaan Metode Penentuan Idulfitri

Perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan sebagian organisasi Islam lainnya kembali terjadi tahun ini. Namun, kondisi tersebut tidak mengganggu keharmonisan masyarakat.

Suhardi menegaskan bahwa perbedaan tersebut telah menjadi hal yang lazim dan disikapi dengan saling menghormati.

“Yang terpenting adalah menjaga kerukunan dan saling menghargai. Selama ini tidak ada persoalan di masyarakat,” katanya.

Perbedaan penetapan Idulfitri disebabkan oleh metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi yang menetapkan awal bulan ketika posisi bulan telah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, tanpa harus menunggu terlihatnya hilal secara langsung.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama bersama Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyat hilal yang dipadukan dengan hisab, yakni menunggu hasil pengamatan hilal di lapangan sebelum menetapkan awal bulan.

Perbedaan metode ini kerap menyebabkan perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, Idulfitri, maupun Iduladha.

Meski demikian, Suhardi mengimbau masyarakat agar tidak memperdebatkan perbedaan tersebut secara berlebihan.

“Perbedaan ini bagian dari dinamika. Yang utama adalah tetap menjaga persatuan,” tegasnya.



Silaturahmi Warnai Akhir Pelaksanaan

Pelaksanaan Salat Id di Masjid Ahmad Dahlan berlangsung hingga selesai dalam suasana tertib. Usai ibadah, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, mencerminkan nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah perbedaan

Editor: Tim Redaksi Sisnet

Sumber: Diskominfo SP Beltim

Tanggal Publikasi: 20 Maret 2026

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update