Sisnet Radio, Belitung Timur — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai arisan terakhir komunitas pendengar Sisnet Radio yang digelar pada Minggu (19/4/2026) pukul 14.00 WIB di kediaman Bang Bakoi dan Kak BB, Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri hampir 100 pendengar setia Sisnet Radio yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Manggar, Kelapa Kampit, Gantung, hingga Kecamatan Simpang Renggiang. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa eksistensi Sisnet Radio masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.
Rombongan Sisnet Radio berangkat bersama dari studio radio sejak pukul 13.00 WIB. Acara dibuka oleh Mamak Ully, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bang Dian sebagai bentuk rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sisnet Radio, Siswanto, yang akrab disapa Bang Sis, menyampaikan penjelasan terkait kondisi operasional radio yang saat ini untuk sementara menghentikan siaran (off air).
Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena minimnya pemasukan dari sektor iklan yang selama ini menjadi sumber utama pembiayaan operasional.
“Untuk sementara Sisnet Radio harus off dulu karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. Saat ini belum ada pemasukan iklan, sementara biaya operasional tetap berjalan. Daripada besar pasak daripada tiang, kami memilih berhenti sementara sambil menunggu kondisi membaik,” ujar Bang Sis.
Ia juga berharap para pendengar setia Sisnet dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, terutama kepada para pencinta Sisnet yang selama ini mempertanyakan mengapa radio tersebut tidak lagi mengudara.
“Banyak pendengar yang termasuk Komunitas Sisnet yang memakai atribut Sisnet sering ditanya kenapa radio tidak siaran lagi. Kami berharap penjelasan ini bisa disampaikan dengan baik, agar masyarakat memahami kondisi yang sebenarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Bang Bakoi selaku tuan rumah sekaligus pendengar setia Sisnet Radio dari Desa Buding menilai keberadaan Sisnet selama ini bukan hanya sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antarwarga.
“Melalui Sisnet Radio, kami jadi saling mengenal, menambah saudara, dan mempererat silaturahmi. Kami berharap kegiatan arisan seperti ini tetap dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi kebersamaan,” ungkapnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh pendengar lainnya, termasuk Mak Mana yang berharap Sisnet Radio ke depan kembali mendapatkan dukungan iklan sehingga dapat kembali aktif mengudara. Ia juga berharap kegiatan arisan pendengar tetap menjadi agenda rutin.
Acara ditutup dengan makan bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pada penutupan acara, Mamak Ully dan Bang Sis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendengar yang telah setia mendukung perjalanan Sisnet Radio sejak berdiri pada 2012 hingga saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama ini. Dari tahun 2012 hingga sekarang, banyak sekali bantuan dan semangat dari para pendengar. Kami mohon doa agar ke depan Sisnet kembali mendapatkan iklan dan dapat kembali mengudara,” tutup Bang Sis.
Meski untuk sementara berhenti siaran, loyalitas para pendengar menjadi bukti bahwa Sisnet Radio tetap hidup di hati masyarakat. Harapan untuk kembali mengudara pun masih terus menyala, seiring doa dan dukungan dari komunitas pendengarnya.(Rados)





