Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Timah dan Polemik Lahan Pertanian Dominasi Reses Rudianto Tjen di Gantung

Jumat, 08 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T10:50:32Z


Warga Soroti Ketimpangan Harga Timah hingga Sulitnya Kelola Lahan Pertanian

GANTUNG, BELITUNG TIMUR — Persoalan harga timah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat penambang serta polemik lahan pertanian menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen, di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Kantor Camat Gantung itu dipadati ratusan masyarakat dari berbagai desa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tokoh politik daerah, di antaranya Bahar Buasan, Imam Wahyudi, Fezzi Uktolseja, serta Vina Cristyn Ferani bersama sejumlah anggota DPRD dari Belitung dan Belitung Timur.

Dalam forum terbuka tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini dinilai belum memperoleh solusi konkret dari pemerintah maupun pemangku kebijakan terkait.

Mulai dari persoalan status lahan pertanian yang masih masuk kawasan tambang maupun kawasan hutan, kondisi infrastruktur jalan dan pelabuhan yang dinilai belum memadai, hingga ketimpangan harga beli timah di tingkat masyarakat yang tidak sebanding dengan kenaikan harga timah dunia.

“Ya hari ini luar biasa kita bisa hadir ke Kecamatan Gantung dan saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan sangat luar biasa dan akan saya bawa kembali ke Jakarta untuk didiskusikan bersama teman-teman di komisi terkait,” ujar Rudianto Tjen di hadapan masyarakat.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa persoalan lahan pertanian harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian dan legalitas dalam mengelola lahan agar sektor pertanian dapat berkembang dan menopang perekonomian daerah.

“Ini perlu evaluasi berkala. Jangan sampai masyarakat kesulitan mengelola lahan, padahal sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi daerah,” tegasnya.

Selain persoalan pertanian, isu harga timah juga menjadi perhatian utama masyarakat dalam reses tersebut. Warga mempertanyakan kondisi harga beli timah di tingkat penambang rakyat yang dinilai stagnan, meskipun harga timah dunia mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi hal itu, Rudianto Tjen menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna menelusuri kondisi tata niaga dan harga timah di tingkat masyarakat.

“Teman-teman masyarakat mengikuti perkembangan harga timah dunia yang naik cukup tinggi. Tetapi harga beli di tingkat masyarakat dirasakan belum ada pergerakan yang jelas. Ini nanti akan saya cek dan komunikasikan dengan pihak terkait,” katanya.

Pernyataan tersebut mendapat respons kuat dari masyarakat yang hadir. Sejumlah warga berharap pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap kondisi penambang rakyat yang selama ini dinilai belum merasakan dampak positif dari tingginya harga komoditas timah global.

Dalam kesempatan itu, Rudianto Tjen juga mengumumkan program operasi katarak gratis yang akan dilaksanakan Partai PDI Perjuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini, proses pendataan pasien disebut masih berlangsung di seluruh kabupaten/kota.

“Target operasi katarak di Pangkalpinang sekitar 600 pasien, sementara Belitung sekitar 200 pasien. Pendataan masih terus berjalan dan setiap hari terus bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, mengapresiasi pelaksanaan reses yang digelar langsung di Kecamatan Gantung karena dinilai lebih efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Banyak sekali aspirasi masyarakat yang disampaikan, mulai dari masalah lahan pertanian hingga infrastruktur jalan. Beberapa aspirasi bahkan langsung ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” kata Fezzi.

Ia berharap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti hanya pada forum reses, melainkan benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Belitung Timur.(S)

Reporter : Sisnet Radio Belitung Timur
Editor : Redaksi Sisnet Radio


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update