Sisnet Radio,Manggar – Masyarakat Belitung Timur diimbau untuk tidak melakukan pencabutan gigi secara sembarangan atau kepada pihak yang bukan tenaga medis profesional. Pasalnya, tindakan pencabutan gigi yang tidak sesuai prosedur medis dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi berat, pembengkakan wajah, hingga terbentuknya kista rahang.
Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis bedah mulut RSUD Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur, Lakmitarani atau drg. Lakmitarani, Sp.BMM, saat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui Poli Bedah Mulut.
Menurut drg. Lakmitarani, salah satu kasus yang cukup sering ditemukan ialah adanya infeksi gigi kronis akibat sisa akar gigi atau pencabutan yang tidak tuntas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembengkakan berulang pada area wajah dan rahang.
“Banyak pasien datang dalam kondisi wajah sudah membengkak besar akibat infeksi yang berasal dari gigi dan akar yang sudah lama tidak ditangani. Bahkan ada yang berkembang menjadi kista odontogenik atau kista gigi,” jelasnya.
Pada salah satu kasus, ditemukan benjolan pada bagian rahang bawah yang ternyata berasal dari infeksi gigi yang sudah berlangsung lama di dalam tulang rahang. Infeksi tersebut memicu pembentukan abses dan peradangan jaringan sekitar sehingga menyebabkan pembengkakan pada wajah pasien.
Selain itu, terdapat pula kasus pasien dengan banyak sisa akar dan tunggul gigi yang tidak dicabut dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan infeksi berulang dan akhirnya berkembang menjadi kista gigi yang memerlukan tindakan bedah mulut lebih lanjut.
Dalam dunia kedokteran gigi, sisa akar yang dibiarkan dapat menjadi fokus infeksi kronis. Bakteri dari jaringan gigi yang rusak dapat menyebar ke jaringan lunak, tulang rahang, bahkan berisiko menimbulkan osteomielitis atau infeksi tulang rahang apabila tidak segera ditangani.
drg. Lakmitarani menegaskan bahwa pencabutan gigi harus dilakukan oleh dokter gigi atau dokter spesialis bedah mulut sesuai indikasi medis dan standar sterilisasi.
“Kadang masyarakat menganggap sakit gigi hal biasa, padahal infeksi dari gigi dapat menyebar dan berdampak serius terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti:
- nyeri gigi berkepanjangan,
- pembengkakan gusi atau wajah,
- keluar nanah,
- sulit membuka mulut,
- maupun adanya benjolan di area rahang dan leher.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Belitung Timur agar lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut serta tidak melakukan tindakan medis secara sembarangan demi menghindari komplikasi yang lebih berat.(S)
Sumber informasi: drg. Lakmitarani, Sp.BMM – Dokter Spesialis Bedah Mulut Poli Bedah Mulut RSUD Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur.



