Manggar, Sisnet Radio – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang adil, transparan, dan bebas dari praktik diskriminasi. Penegasan tersebut disampaikan melalui Deklarasi Komitmen Bersama yang ditandatangani sejumlah unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan pendidikan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
Deklarasi yang berlangsung usai upacara di Halaman Kantor Bupati Belitung Timur itu menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak di Kabupaten Belitung Timur memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa adanya perlakuan khusus maupun kepentingan tertentu.
Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten bersama Wakil Bupati Khairil Anwar, unsur DPRD, Kejaksaan Negeri, Polres Belitung Timur, Inspektorat Daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta sejumlah instansi terkait turut menandatangani komitmen tersebut.
Dalam deklarasi itu, seluruh pihak bersepakat untuk melaksanakan SPMB secara objektif, transparan, akuntabel, menjaga integritas penyelenggaraan, menghindari konflik kepentingan, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta siap menerima sanksi apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Utamakan Kejujuran dan Keadilan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Sabarudin, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini tetap berbasis digital sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, aspek kejujuran dan keadilan menjadi nilai utama yang terus diperkuat.
Menurut Sabarudin, SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 mengusung tema "Cerdas, Berkarakter dan Berprestasi" yang sejalan dengan semangat nilai-nilai Pancasila.
"Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Karena itu tidak boleh ada diskriminasi dalam proses penerimaan peserta didik baru," ujarnya.
Pemerintah daerah juga memastikan seluruh lulusan TK memiliki kesempatan melanjutkan ke jenjang SD, dan seluruh lulusan SD dapat mengakses pendidikan tingkat SMP.
Apabila terjadi penumpukan pendaftar pada sekolah tertentu, Dinas Pendidikan akan melakukan penataan agar seluruh peserta didik tetap mendapatkan tempat belajar sesuai kapasitas yang tersedia.
Sosialisasi Masif Hingga Tingkat Sekolah
Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat, Dinas Pendidikan akan menggerakkan seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat TK hingga SMP untuk melakukan sosialisasi secara masif mengenai mekanisme pendaftaran.
Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media informasi, termasuk media sosial dan kanal komunikasi sekolah, sehingga orang tua maupun calon peserta didik dapat memahami seluruh tahapan pendaftaran yang dilakukan secara daring.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan bahwa proses SPMB tidak dipungut biaya alias gratis.
Ribuan Kursi Disiapkan
Dalam pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur telah menyiapkan kapasitas penerimaan yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk jenjang SD dan MI tersedia 105 sekolah dengan kapasitas mencapai 3.221 siswa yang tersebar dalam 116 rombongan belajar. Sedangkan pada jenjang SMP dan MTs tersedia 22 sekolah dengan kapasitas 2.439 siswa dalam 78 rombongan belajar.
Pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di seluruh sekolah semakin merata sehingga masyarakat tidak hanya terfokus pada sekolah-sekolah tertentu.
Melalui deklarasi komitmen bersama ini, Pemkab Beltim berharap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung lancar, bersih, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Belitung Timur untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
"Pendidikan yang adil adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik."
(Sisnet Radio | Sumber: Diskominfo SP Kabupaten Belitung Timur)





