Notification

×

Iklan

Iklan

Lima Desa di Beltim Masih di Atas Target Stunting, Pemkab Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan

Selasa, 02 Juni 2026 | Juni 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-02T14:54:33Z


Manggar, Sisnet Radio
– Upaya Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam menekan angka stunting terus dilakukan secara berkelanjutan. Meski secara umum prevalensi stunting di Kabupaten Belitung Timur masih berada di bawah target nasional, sejumlah desa masih menjadi fokus perhatian karena angka stuntingnya tercatat berada di atas target kabupaten.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Belitung Timur yang berlangsung di Ruang Rapat Gunung Lumut Bapperida Beltim, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan data terbaru per 19 Mei 2026, terdapat lima desa yang masih memiliki prevalensi stunting di atas target Kabupaten Belitung Timur sebesar 15,38 persen. Desa Renggiang menempati posisi tertinggi dengan angka 24,53 persen, diikuti Desa Simpang Tiga 21,88 persen, Desa Aik Madu 20 persen, Desa Tanjung Batu Itam 19,10 persen, dan Desa Simpang Pesak 16,37 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan penanganan stunting masih memerlukan perhatian serius dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi, layanan kesehatan, dan pola pengasuhan yang optimal sejak usia dini.

Sementara itu, prevalensi stunting Kabupaten Belitung Timur secara keseluruhan per April 2026 tercatat sebesar 7,83 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan baseline tahun 2025 yang berada pada angka 6,11 persen.


Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, puskesmas, penyuluh keluarga berencana, pemerintah desa, hingga Tim Pendamping Keluarga.

Khairil yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Belitung Timur menekankan pentingnya peran aktif seluruh unsur di lapangan dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap keluarga sasaran agar berbagai program intervensi dapat berjalan tepat sasaran.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, sejumlah desa di Belitung Timur berhasil menunjukkan capaian yang membanggakan dalam upaya menekan angka stunting. Desa Buding tercatat sebagai desa dengan prevalensi stunting terendah, yakni hanya 1,20 persen. Disusul Desa Lalang Jaya sebesar 2,09 persen dan Desa Kurnia Jaya sebesar 2,28 persen.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga, serta dukungan pemerintah desa mampu memberikan hasil nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak dan mencegah stunting sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting, sekaligus meningkatkan kualitas data sebagai dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sumber: Diskominfo SP Kabupaten Belitung Timur
Redaksi: Sisnet Radio 90,5 FM
Tagline: Satu Hati Bangun Negeri, Jaya Selalu Sisnet Radio.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update