Manggar, Sisnet Radio – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Kabupaten Belitung Timur di kancah internasional. Aaliyah Noya Risdianto (14), siswi SMP asal Kecamatan Kelapa Kampit, sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada ajang Milo International Open Karate Championship 2026 yang digelar di Titiwangsa Stadium, Malaysia, pada 25–28 Juni 2026.
Noya, sapaan akrabnya, tampil sebagai bagian dari kontingen Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mewakili Indonesia. Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, ia harus bersaing dengan karateka terbaik dari 17 negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, India, Bangladesh, Australia, hingga Afrika Selatan.
Atlet muda Beltim ini berhasil meraih medali perak pada nomor Youth U14 Female Kata Individual 12–13 Years. Ia tampil impresif sejak babak penyisihan hingga semifinal sebelum akhirnya menghadapi wakil tuan rumah Malaysia pada partai final.
Pelatih utama Forki Belitung Timur, Syukur Maulana, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di tingkat internasional apabila mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan.
"Noya merupakan atlet yang mewakili Bangka Belitung sekaligus Indonesia. Sebelumnya ia juga meraih gelar Best of The Best Piala Gubernur Bangka Belitung 2025. Alhamdulillah, kontingen Bangka Belitung berhasil membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu dari kejuaraan ini," ujar Syukur kepada Sisnet Radio, Senin (29/6/2026).
Syukur mengungkapkan, pada partai final Noya sebenarnya tampil sangat baik dan hanya kalah tipis dari atlet tuan rumah Malaysia dengan skor 3-2.
"Kalau melihat penampilannya, peluang meraih medali emas sebenarnya sangat besar. Namun dalam pertandingan tentu ada faktor-faktor yang tidak bisa dikendalikan," katanya.
Keberhasilan Noya menjadi satu-satunya sumbangan medali dari atlet Belitung Timur pada kejuaraan internasional tersebut. Sementara tiga medali lainnya untuk kontingen Bangka Belitung dipersembahkan atlet dari Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
Ketua Forki Belitung Timur, Dedi Septiadi, menyebut raihan medali tersebut sebagai hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan konsisten.
"Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Noya tidak hanya membawa nama Belitung Timur, tetapi juga Bangka Belitung dan Indonesia di ajang internasional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berani bermimpi tampil di tingkat nasional maupun internasional," ujar Dedi.
Pada kejuaraan tersebut, kontingen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil membawa pulang empat medali, terdiri dari dua medali perak dan dua medali perunggu. Selain Aaliyah Noya Risdianto, medali perak juga diraih Bima Fadillah Sabil dari Pangkalpinang pada nomor Senior Male Kumite Individual -60 Kg. Sementara dua medali perunggu dipersembahkan Raffael Pandu Rachmand dari Kabupaten Bangka dan Amira Putri dari Kabupaten Bangka.
Prestasi yang diraih Aaliyah Noya Risdianto menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda dari daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di level dunia. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, Belitung Timur diyakini akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.
(/Diskominfo SP Beltim/Redaksi Sisnet Radio)




