BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO — Bantuan sosial tidak selalu harus hadir dalam jumlah besar untuk memiliki arti. Bagi keluarga yang tengah menghadapi keterbatasan, lima kilogram beras dapat menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah.
Pesan itu tergambar dalam penyaluran bantuan sosial kepada 150 warga Desa Nelayan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Minggu (20/9/2026).
Sebanyak 150 karung beras, masing-masing berbobot 5 kilogram, disalurkan kepada warga. Jika dihitung secara keseluruhan, bantuan tersebut mencapai 750 kilogram beras.
Penyaluran berlangsung di kawasan Kampung Bugis, Desa Nelayan, dan dihadiri Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Ketua DPRD Belitung Timur Fezi Uktolseja, serta anggota DPRD Belitung Timur Samin.
Kamarudin: Ini Bentuk Kepedulian kepada Desa Nelayan
Kegiatan diawali dengan sambutan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Nelayan.
Kamarudin berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit membantu kebutuhan masyarakat.
“Bantuan ini sebagai kepedulian saya terhadap Desa Nelayan. Semoga bermanfaat,” ujar Kamarudin.
Pernyataan tersebut menjadi pesan sederhana di tengah kondisi masyarakat pesisir yang sebagian menggantungkan kehidupan dari hasil melaut.
Bukan Berdasarkan Desil, Data Diserahkan kepada RT
Sementara itu, Ketua DPRD Belitung Timur Fezi Uktolseja menekankan bahwa penentuan penerima bantuan tidak menggunakan klasifikasi desil sebagai satu-satunya dasar.
Pendataan penerima dilakukan melalui RT masing-masing, yang dinilai mengetahui secara langsung kondisi warganya di lingkungan tempat tinggal.
“Semoga bisa membantu. Bantuan ini kami berikan tidak berdasarkan desil, tetapi kami serahkan kepada RT yang mengetahui warganya masing-masing,” kata Fezi.
Pendekatan tersebut menempatkan informasi dari tingkat lingkungan sebagai bagian penting dalam proses penentuan penerima. RT menjadi pihak yang menyampaikan data warga berdasarkan kondisi yang mereka ketahui di wilayah masing-masing.
Dengan demikian, bantuan tidak sekadar berbicara mengenai jumlah karung beras yang dibagikan, tetapi juga mengenai bagaimana informasi mengenai kondisi warga dihimpun dari lingkungan terdekat.
Samin: Jangan Lihat Sedikitnya, Lihat Manfaatnya
Pesan senada disampaikan anggota DPRD Belitung Timur Samin. Ia mengajak masyarakat tidak semata-mata melihat bantuan dari jumlah beras yang diterima.
Satu karung beras memang hanya berbobot 5 kilogram. Namun, menurutnya, ukuran bantuan tidak seharusnya menghilangkan nilai kemanfaatannya bagi masyarakat.
“Jangan dipandang bantuannya memang beras 5 kilogram sedikit, tetapi jika ini sungguh membantu, tentu ada manfaatnya,” pesan Samin.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai sebuah bantuan tidak hanya terletak pada besar kecilnya nominal atau jumlah barang, tetapi pada seberapa jauh bantuan itu dapat dirasakan oleh penerimanya.
Diawali Doa, Sebelum Bantuan Diserahkan
Sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat, kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Zikril, S.S., yang menjabat sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Timur.
Setelah doa, bantuan kemudian diserahkan kepada masyarakat yang telah masuk dalam data penerima.
Sebanyak 150 warga mendapatkan masing-masing satu karung beras 5 kilogram. Total bantuan yang disalurkan mencapai 750 kilogram beras.
Di Tengah Ketidakpastian Penghasilan Nelayan
Bantuan pangan tersebut memiliki konteks tersendiri bagi masyarakat Desa Nelayan yang sebagian menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut.
Bagi nelayan, laut adalah sumber kehidupan, tetapi hasilnya tidak selalu dapat dipastikan. Ada waktu ketika mereka dapat melaut dan memperoleh penghasilan, namun ada pula kondisi ketika aktivitas tersebut tidak dapat dilakukan.
Dalam situasi seperti itu, bantuan kebutuhan pokok dapat menjadi penyangga sederhana bagi keluarga.
Karena itu, penyaluran 5 kilogram beras mungkin terlihat sederhana jika hanya dihitung berdasarkan beratnya. Namun bagi keluarga penerima, manfaatnya dapat diukur dari berapa kebutuhan yang dapat terbantu dari beras tersebut di meja makan mereka.
Pada akhirnya, bantuan sosial bukan hanya soal berapa banyak yang diberikan, tetapi juga tentang kepedulian, ketepatan pendataan, dan manfaat yang benar-benar sampai kepada masyarakat.
Dan dari Kampung Bugis, Desa Nelayan, pesan itu hadir dalam bentuk sederhana: 150 karung beras, 150 keluarga penerima, dan sebuah harapan agar bantuan yang diberikan benar-benar memiliki arti. (S)
SISNET RADIO 90,5 FM
Informasi Lokal Belitung Timur
“Satu Hati Bangun Negeri”






