Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Beltim Ingatkan Manajer KDMP: Jangan Jadikan Koperasi sebagai Kesempatan untuk Kepentingan Pribadi

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T22:31:15Z


MANGGAR, SISNET RADIO – Bupati Belitung Timur (Beltim) Kamarudin Muten mengingatkan para manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan dalam menjalankan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Kamarudin saat menerima audiensi para manajer KDMP yang bertugas di Kabupaten Belitung Timur di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026). Pertemuan turut didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Beltim, Amrullah.

Kamarudin menilai keberhasilan program KDMP tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bangunan maupun perangkat koperasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.

Karena itu, ia meminta para manajer terus belajar dan mampu beradaptasi dengan karakter pekerjaan yang baru, terlebih setelah mereka mengikuti pelatihan selama kurang lebih satu setengah bulan.

Menurutnya, pengelolaan KDMP membutuhkan tanggung jawab dan integritas tinggi. Terlebih, koperasi nantinya direncanakan bersentuhan dengan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk barang yang mendapatkan subsidi.

Kamarudin mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi dengan memainkan harga.

“Yang paling penting mereka punya semangat dan mau belajar. Rencana program KDMP ini baik, tetapi pelaksanaannya sampai ke bawah harus dijaga,” kata Kamarudin.

Bupati yang akrab disapa Afa itu bahkan memberikan penekanan khusus agar para manajer tidak melihat posisi yang mereka dapatkan sebagai sebuah kesempatan untuk kepentingan pribadi.

“Jangan ada yang merasa ini kesempatan. Pas dia mengelola nanti itu kan barang banyak subsidi, nanti harga itu dimainkan, itu ndak baik,” tegasnya.

Bupati Akan Koordinasikan Pola Operasional KDMP

Selain persoalan integritas, Kamarudin juga menyoroti kejelasan pola operasional KDMP.

Ia menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait di tingkat pusat untuk memastikan bagaimana mekanisme kerja koperasi nantinya, termasuk informasi mengenai pola operasional yang disebut berlangsung dari Senin hingga Jumat.

Menurutnya, kejelasan aturan menjadi penting agar para manajer memiliki pedoman yang sama ketika koperasi mulai beroperasi di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Beltim, Amrullah, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan para manajer KDMP, pemerintah desa, serta instansi terkait.

Saat ini, proses verifikasi dan validasi juga dilakukan terhadap KDMP yang bangunan fisiknya telah selesai.

Belum Semua KDMP di Beltim Memiliki Gedung Siap Pakai

Di sisi lain, kesiapan KDMP di Belitung Timur masih belum merata.

Perwakilan manajer KDMP Beltim, Bryan Bimantoro, menjelaskan bahwa proses penempatan manajer masih dilakukan secara bertahap.

Ia menyebut terdapat 11 manajer yang telah memperoleh penempatan pada tahap awal di sejumlah wilayah Beltim. Namun, beberapa penempatan masih harus disesuaikan, termasuk bagi manajer yang mendapatkan lokasi jauh dari domisilinya.

“Untuk saat ini proses penempatan sendiri masih dilakukan bertahap. Ada beberapa yang direlokasi karena penempatan tidak sesuai dengan domisili dan masih dalam proses,” jelas Bryan, yang akrab disapa Brams.

Tidak hanya persoalan sumber daya manusia, kesiapan bangunan juga menjadi tantangan.

Menurut Bryan, sebagian bangunan KDMP telah selesai 100 persen, sementara sejumlah lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 50 hingga 60 persen.

Beberapa lokasi yang disebut telah selesai antara lain Desa Kurnia Jaya, Air Kelik, dan Simpang Tiga, serta sejumlah wilayah lainnya.

“Ada juga yang belum, ada yang 100 persen, ada yang masih dalam tahap pembangunan. Masih proses 50–60 persen,” ungkap Brams.

Wacana Gaji ASN Melalui KDMP Masih Menunggu Petunjuk Teknis

Sementara terkait wacana penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui KDMP, Brams mengatakan hingga kini belum ada petunjuk teknis maupun prosedur resmi yang dapat dijadikan dasar pelaksanaan.


Para manajer masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk Agrinas.

“Untuk saat ini, wacana tersebut masih dalam tahap wacana, masih dalam pemetaan dari pemerintah pusat. Untuk kejelasan dan sebagainya kami juga sedang menunggu arahan dari Agrinas, karena SOP, juknis, judlak dan segala macamnya belum ada,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan KDMP di Belitung Timur masih berada pada tahap persiapan. Bangunan, penempatan manajer, regulasi hingga mekanisme operasional masih terus diselesaikan sebelum koperasi benar-benar berjalan penuh di tengah masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan KDMP berdiri secara fisik, tetapi juga memastikan koperasi tersebut dikelola secara profesional, transparan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

SISNET RADIO – Informasi Lokal Belitung Timur
Suara Informasi Akurat dan Terpercaya dari Belitung Timur.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update