Notification

×

Iklan

Iklan

Usia Baru Lima Tahun, Benazir Raih Emas Liga Karate Antar Pelajar Se-Pulau Belitung

Selasa, 27 Oktober 2026 | Oktober 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-26T21:38:23Z


GANTUNG, SISNET RADIO
– Usianya baru lima tahun. Saat sebagian anak seusianya masih menikmati hari-hari bermain dan belajar di taman kanak-kanak, Benazir Farras Bayu sudah berani melangkah ke arena pertandingan karate.

Keberanian karateka cilik asal TK Negeri Pembina Gantung itu berbuah manis. Benazir berhasil meraih medali emas pada Liga Karate Antar Pelajar Jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Pulau Belitung Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Dispora Damar, 17–18 Oktober 2026 lalu.

Benazir tampil pada kategori Festival Kelas 1–2 Kumite -25 kilogram putra. Menariknya, ia harus berhadapan dengan peserta dari kalangan pelajar sekolah dasar yang secara usia berada di atasnya.

Namun, perbedaan usia tidak membuat Benazir gentar. Dengan bekal latihan dan keberanian yang dimilikinya, ia mampu menunjukkan kemampuannya hingga akhirnya membawa pulang medali emas.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun Dojo Wadokai, tempat Benazir menjalani latihan karate.

Bagi Benazir, medali emas tersebut bukan sekadar simbol kemenangan. Prestasi itu menjadi bagian awal dari perjalanan seorang karateka cilik dalam mengenal tantangan, mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri melalui olahraga.

Hampir Sebulan Jalani Training Camp

Di balik keberhasilan tersebut terdapat persiapan yang tidak singkat. Ibu Benazir, Meyca Revianti (35), mengaku bangga sekaligus terharu melihat pencapaian putranya.

Meyca mengatakan, Benazir menjalani latihan hampir satu bulan melalui program training camp (TC) bersama Senpai Indra di Dojo Wadokai sebagai persiapan menghadapi kejuaraan.

“Saya sangat terharu dengan pencapaian Adek Ben. Benazir sudah berlatih hampir satu bulan melalui program training camp (TC) bersama Senpai Indra di Dojo Wadokai untuk menghadapi event ini,” ungkap Meyca kepada Diskominfo SP, Minggu (25/10/2026).

Bagi keluarga, pencapaian Benazir bukan semata-mata mengenai kemenangan. Lebih dari itu, mereka merasa bahagia melihat keberanian Benazir menjalani pengalaman bertanding sejak usia dini.

Meyca berharap medali emas tersebut dapat menjadi motivasi bagi putranya untuk semakin rajin berlatih dan mengembangkan kemampuan di bawah naungan Dojo Wadokai.

“Semoga pencapaian Adek Ben hari ini menjadi motivasi untuk lebih semangat dan giat lagi berlatih di bawah naungan Dojo Wadokai,” harapnya.

Senpai Indra: Pengalaman Bertanding Penting bagi Atlet Muda

Senpai Indra Fritora menilai kejuaraan antarpelajar menjadi kesempatan penting bagi atlet-atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding.

Menurutnya, kompetisi memberikan ruang bagi para karateka untuk menguji kemampuan yang selama ini diasah dalam latihan di dojo.

“Event ini sangat bagus. Semoga ke depan semakin banyak event seperti ini untuk melatih jam terbang anak-anak dojo sekaligus menampilkan hasil kerja keras mereka selama menjalani proses latihan di dojo,” kata Indra.

Bagi atlet usia dini, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya belajar menghadapi lawan, tetapi juga mengenal persaingan, mengendalikan diri dan membangun kepercayaan diri.

Indra menegaskan, medali memang menjadi salah satu hasil yang diharapkan dalam sebuah kejuaraan. Namun, proses latihan dan pengalaman yang diperoleh selama pertandingan juga memiliki nilai penting bagi perkembangan seorang atlet.

“Kemenangan dapat menjadi motivasi, sementara pengalaman menghadapi tantangan menjadi bekal untuk memperbaiki kemampuan pada latihan berikutnya,” ujarnya.

Perjalanan Benazir Baru Dimulai

Prestasi Benazir menunjukkan bahwa kesempatan dan persiapan yang diberikan sejak usia dini dapat menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan seorang atlet.

Liga Karate Antar Pelajar Se-Pulau Belitung 2026 menjadi panggung bagi para pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan mereka. Di tengah persaingan tersebut, Benazir hadir dengan kisah tersendiri—seorang anak taman kanak-kanak berusia lima tahun yang berani bertanding bersama peserta yang lebih tua.

Medali emas yang diraihnya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan Dojo Wadokai. Namun, perjalanan Benazir di dunia karate masih panjang.

Masih akan ada latihan, tantangan dan berbagai pertandingan yang harus dihadapi. Karena bagi seorang atlet, prestasi bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang hari ini, tetapi juga tentang proses untuk terus belajar, berlatih dan berkembang.

Dari arena karate GOR Dispora Damar, Benazir membawa pulang medali emas sekaligus pengalaman berharga.

Di usia lima tahun, langkahnya mungkin masih kecil. Namun, perjalanan panjang sebagai seorang karateka telah dimulai.

SISNET RADIO – Informasi Lokal Belitung Timur
Satu Hati Bangun Negeri

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update