Sisnet Radio-Belitung Timur. Bupati Belitung Timur (Beltim) Kamarudin Muten bersama Wakil Bupati Khairil Anwar melakukan pengecekan langsung terhadap kedatangan 18 ton daging sapi beku di Kecamatan Manggar pada Minggu (23/3/2025). Kedatangan daging beku ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga daging menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain Kecamatan Manggar, distribusi daging sapi beku ini juga dilakukan serentak ke seluruh kecamatan di Beltim. Dari kantor kecamatan, daging tersebut akan didistribusikan ke masing-masing desa sesuai dengan data pemesanan yang telah terverifikasi sebelumnya.
Pengecekan ini turut dihadiri oleh Kapolres Beltim, Dandim 0414 Belitung, perwakilan Kejaksaan Negeri Beltim, Sekretaris Daerah (Sekda) Beltim, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kamarudin memastikan berat timbangan daging sapi beku sebelum diturunkan dari kendaraan cool storage.
"Kami sudah melakukan pengecekan, dan hasil timbangan menunjukkan bahwa setiap bungkus memiliki berat yang sesuai, yaitu satu kilogram per paket. Saya tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan dalam distribusi ini," tegas Bupati Kamarudin.
Bupati menjelaskan bahwa total daging beku yang didatangkan ke Kabupaten Beltim mencapai 18 ton, sesuai dengan jumlah pemesanan yang telah terdata di seluruh desa. Ia menekankan pentingnya distribusi yang tepat sasaran agar tidak ada warga yang terdaftar dalam pemesanan tetapi tidak menerima daging.
"Daging beku yang kita datangkan ini sudah memiliki tujuan distribusi yang jelas di setiap desa. Saya berharap distribusi dilakukan berdasarkan data yang sudah ada, agar tidak terjadi kesalahan, seperti masyarakat yang tidak terdaftar malah mendapatkan bagian, sementara yang sudah terdata justru tidak menerima," ujar Bupati.
Bupati Kamarudin juga menyoroti peningkatan kebutuhan daging sapi yang selalu terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan adanya pasokan daging beku ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau, yakni Rp 100 ribu per kilogram.
"Saat ini ekonomi sedang sulit, dan kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan daging dengan harga yang wajar. Saya meminta kepada camat dan kepala desa untuk benar-benar bekerja keras dalam mendistribusikan daging ini dengan tepat," tambahnya.
Di sisi lain, Bupati juga berharap agar keberadaan daging beku tidak sampai merugikan para pedagang daging sapi potong di pasar. Ia menginginkan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keuntungan yang wajar bagi para pedagang lokal.
"Para pedagang sapi potong juga perlu mendapatkan keuntungan menjelang Idul Fitri ini. Namun, saya berharap mereka tidak mematok harga yang terlalu tinggi agar tetap terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.
Selain daging sapi beku, Bupati memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok lainnya seperti sembako dan ayam potong masih mencukupi. Ia juga menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok relatif stabil, meskipun mendekati Hari Raya Idul Fitri.
"Berdasarkan pengecekan di pasar, harga ayam potong justru mengalami sedikit penurunan. Namun, kami akan tetap melakukan pemantauan hingga menjelang Hari Raya untuk memastikan semua kebutuhan pokok, termasuk daging, ayam, dan sayuran, tetap tersedia dan cukup bagi masyarakat," pungkasnya.(S)