Kamis, 22 Januari 2026
Manggar, Sisnetradio.com – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying menyusul terjadinya keterbatasan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir.
Pemkab menegaskan, kondisi tersebut bersifat sementara dan bukan akibat gangguan pasokan permanen, melainkan disebabkan keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM ke Pulau Belitung, yang berdampak langsung pada distribusi ke wilayah Beltim.
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh situasi di lapangan.
“Kami mohon kepada seluruh masyarakat Belitung Timur untuk tidak melakukan panic buying. Kelangkaan yang terjadi murni akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM beberapa hari lalu. Saat ini distribusi sudah kembali berjalan normal dan stok telah tersedia,” tegas Kamarudin.
Ia menilai, pembelian BBM secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas, mulai dari antrean panjang di SPBU, keresahan publik, hingga menyulitkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Beltim bersama instansi terkait telah mengambil kebijakan strategis dengan menambah kuota BBM hingga dua kali lipat dari kondisi normal.
“Penambahan kuota ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman dan stabil, sekaligus mencegah terjadinya kekosongan BBM di SPBU pasca normalisasi distribusi,” jelasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam melakukan pembelian BBM, yakni sesuai kebutuhan riil, tidak berlebihan, serta tetap menjaga ketertiban di fasilitas umum.
Pemkab Beltim, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pihak Pertamina serta instansi teknis lainnya guna menjamin kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menyampaikan informasi secara terbuka dan transparan kepada publik, serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.(S)




