Manggar, Radio Sisnet – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat komitmennya dalam membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi muda daerah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui Program Latih Kerja/Pemagangan hasil kerja sama dengan Panasonic Manufacturing Indonesia, yang kembali digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Beltim, Jumat (17/04/2026).
Sebanyak 30 putra daerah mengikuti tahapan seleksi lanjutan untuk memperebutkan 10 kuota terbaik yang akan diberangkatkan mengikuti program pemagangan tersebut. Program ini tidak hanya membuka peluang kerja di tingkat nasional, tetapi juga menjadi jalur strategis menuju pasar kerja internasional, termasuk Jepang dan Korea Selatan.
Seleksi tersebut dibuka langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang menegaskan bahwa program pemagangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berdaya saing global.
Menurut Kamarudin, kesempatan kerja saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah lokal maupun nasional, melainkan harus diarahkan pada peluang yang lebih luas hingga ke tingkat internasional.
“Program ini bukan hanya untuk kerja di Jakarta, tetapi juga bisa sampai ke Korea dan Jepang. Kita ingin anak-anak Kabupaten Beltim memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing, bahkan di tingkat internasional,” ujar Kamarudin.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui keterampilan kerja, tetapi juga harus didukung dengan pendidikan yang berkelanjutan.
“Saya mendorong generasi muda kita agar tidak berhenti belajar. Sambil bekerja pun, jika memungkinkan tetap melanjutkan pendidikan. Karena ketika kualitas pendidikan meningkat, maka peluang kerja dan pendapatan juga akan ikut meningkat,” tambahnya.
Pemagangan Jadi Jalan Menuju Karier Global
Program kerja sama antara Pemkab Beltim dan PT Panasonic Manufacturing Indonesia ini telah berjalan sejak tahun 2018 dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Meski kuota peserta setiap tahun masih terbatas, manfaatnya telah dirasakan secara nyata.
Sejumlah alumni program diketahui berhasil melanjutkan karier hingga ke luar negeri, khususnya Jepang dan Korea Selatan. Mereka tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi juga berkontribusi sebagai pekerja migran profesional yang membantu perekonomian keluarga di kampung halaman.
Selain itu, Pemkab Beltim juga tengah menyiapkan langkah strategis jangka panjang melalui pengembangan Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) di Kecamatan Kelapa Kampit sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dalam waktu dekat kawasan industri ini akan mulai disosialisasikan. Ini sudah lama kita siapkan, dengan harapan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah kita sendiri,” jelas Kamarudin.
Seleksi Ketat dan Bertahap
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Beltim, Adi Usman, didampingi Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Khristy Arry Widhaswara, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap.
Dari total 34 pendaftar awal, sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan psikotes serta wawancara.
“Awalnya terdapat sekitar 34 pendaftar, kemudian setelah seleksi administrasi tersisa 30 orang yang mengikuti tahapan psikotes dan wawancara hari ini,” jelas Adi.
Dari tahapan tersebut, hanya 10 peserta terbaik yang akan dipilih untuk mengikuti program pemagangan di PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Menurut Adi, keterbatasan kuota masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program ini. Namun pihaknya berharap ke depan jumlah peserta dapat ditingkatkan agar semakin banyak generasi muda Beltim yang memperoleh kesempatan serupa.
“Setiap tahun kuotanya hanya 10 orang. Harapan kami ke depan tentu ada penambahan kuota agar lebih banyak anak-anak Beltim yang mendapat kesempatan,” katanya.
Disiapkan Hingga Peluang Kerja ke Jepang
Tidak hanya berhenti pada tahap pemagangan, pemerintah daerah juga menyiapkan jalur lanjutan bagi peserta untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.
Melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), peserta akan difasilitasi mengikuti pelatihan bahasa sebagai bekal sebelum diberangkatkan bekerja dengan sistem kontrak hingga tiga tahun.
“Kami juga menyiapkan kelas bahasa yang dibiayai pemerintah daerah. Setelah itu mereka berpeluang bekerja di Jepang dengan kontrak hingga tiga tahun,” ungkap Khristy.
Meski jumlah peserta tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh persyaratan administratif seperti proses kelulusan sekolah yang masih berlangsung.
Namun demikian, program ini tetap menjadi salah satu peluang paling konkret bagi generasi muda Belitung Timur untuk menembus pasar kerja global, sekaligus menjadi bukti bahwa putra daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
(Sumber: Diskominfo SP Beltim | Editor: Radio Sisnet)



