Notification

×

Iklan

Iklan

Sisnet Radio Liput Tradisi Marastaun Dusun Air Nangka, Warisan Budaya Belitung yang Tetap Lestari

Minggu, 12 April 2026 | April 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-12T12:57:23Z


Sisnet Radio, Dusun Air Nangka Desa Balok
 – Upaya pelestarian budaya lokal terus mendapat perhatian, salah satunya melalui tradisi tahunan Marastaun yang digelar masyarakat Dusun Air Nangka, Desa Balok, Kabupaten Belitung Timur pada Minggu 12 April 2026. Kegiatan ini turut diliput langsung oleh tim Sisnet Radio sebagai bagian dari komitmen media dalam mengangkat kearifan lokal daerah.

Kehadiran tim Sisnet Radio berawal dari undangan salah satu pendengar setia yang dikenal dengan nama samaran di udara, Bang Tila. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan disambut hangat oleh tuan rumah serta masyarakat yang telah bersiap melaksanakan rangkaian kegiatan adat.

Di lokasi, tim berkesempatan bertemu dengan tokoh adat sekaligus dukun kampung, Kik Dukun Bahiman, yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Marastaun di Dusun Air Nangka.

Dalam wawancara bersama Sisnet Radio, ia menjelaskan bahwa Marastaun merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

“Dulu ada rangkaian utama seperti Lesong Batang atau numbok padi sebagai bagian dari adat Belitong. Sekarang memang ada penyesuaian, tetapi nilai dan makna tradisinya tetap dijaga,” ungkapnya.



Rangkaian Adat Khas yang Sarat Nilai Budaya

Pelaksanaan Marastaun tahun 2026 tetap mempertahankan sejumlah rangkaian adat khas, di antaranya:

  • Lesong Batang (numbok padi) sebagai simbol tradisi agraris
  • Sentuk atas dan sentuk bawah
  • Serta berbagai ritual adat lainnya yang menjadi ciri khas Dusun Air Nangka

Selain prosesi adat, kegiatan juga diramaikan dengan hiburan masyarakat yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan hiburan rakyat ditampilkan secara bergantian setiap tahunnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Tradisi ini dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya khas wilayah Balok yang masih terjaga hingga saat ini dan menjadi identitas kuat masyarakat setempat.


Dukungan Pemerintah dan Semangat Gotong Royong

Pelaksanaan Marastaun merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, meliputi:

  • Dana desa
  • Dukungan pemerintah daerah
  • Kontribusi perusahaan perkebunan
  • Serta swadaya masyarakat

Semangat kebersamaan masyarakat terlihat jelas dalam persiapan konsumsi. Setiap rumah warga memasak lepat, dengan jumlah rata-rata sekitar 20 buah per rumah. Seluruh makanan tersebut kemudian dikumpulkan dan dinikmati bersama sebagai simbol persatuan dan gotong royong.

“Semua warga terlibat, mulai dari memasak sampai pelaksanaan acara. Ini memang tradisi kebersamaan kami,” ujar Mak Yati, salah satu warga Dusun Air Nangka.


Perhatian Pemerintah Daerah

Tradisi Marastaun tahun ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Perwakilan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur turut hadir pada pagi hari untuk menyaksikan langsung jalannya kegiatan adat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.


Pesan Pelestarian untuk Generasi Muda

Kik Dukun Bahiman berharap generasi muda dapat terus menjaga dan melestarikan tradisi Marastaun agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

“Ini warisan leluhur. Jangan sampai hilang, harus tetap kita jaga bersama,” pesannya.


Tradisi Marastaun tidak hanya menjadi kegiatan adat tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat nilai gotong royong, serta mempertegas identitas budaya masyarakat Belitung yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.(Rados)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update