Belitung Timur, Sisnet Radio – Di bawah kepemimpinan Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terus mendorong masuknya investasi strategis sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah, membuka lapangan kerja besar-besaran, serta menjadikan Beltim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sejumlah investor besar, baik dari dalam maupun luar negeri, mulai melirik potensi Belitung Timur, terutama pada sektor kawasan industri, peleburan logam, perkebunan, pertanian modern, hingga pengolahan bauksit menjadi aluminium.
Salah satu yang paling menonjol adalah masuknya penjajakan investasi dari perusahaan asal Tiongkok, PT Jinhai Stainless Steel Group, yang bergerak di bidang peleburan baja tahan karat (stainless steel). Perusahaan yang berasal dari Guang Xi Wuzhou, Tiongkok ini telah berpengalaman lebih dari 27 tahun di industri peleburan baja.
Rombongan investor yang dipimpin langsung oleh Mr. Wong meninjau langsung Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) yang berada di Desa Mayang dan Desa Aik Kelik, Kecamatan Kelapa Kampit, termasuk melihat Pelabuhan Tanjung Keluang yang diproyeksikan menjadi akses utama distribusi industri.
KIAK sendiri dirancang sebagai pusat industri melalui pengembangan PT Beltim Industrial Park (BIP) dengan luas mencapai 881,2 hektare. Jika investasi ini terealisasi, potensi serapan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu orang, sekaligus menjadi salah satu proyek industri terbesar dalam sejarah Belitung Timur.
Bupati Kamarudin Muten menjelaskan bahwa investor sangat memperhatikan kesiapan infrastruktur, khususnya pelabuhan dengan kedalaman minimal 18 hingga 20 meter, sementara kondisi saat ini masih berkisar 9 hingga 12 meter. Selain itu, kebutuhan energi juga menjadi perhatian utama, termasuk rencana pembangunan PLTU untuk menopang kebutuhan industri besar.
“Mereka butuh pelabuhan dalam dan listrik yang stabil. Kalau dua ini siap, maka investasi besar akan lebih mudah masuk,” ujar Kamarudin.
Tak hanya industri stainless steel, investor lain juga mulai melirik sektor bauksit yang akan diolah menjadi aluminium. Menurut Bupati, investor tersebut telah memiliki pabrik aluminium di China dan datang dengan kesiapan serta pengalaman yang kuat.
“Bauksit itu nantinya akan diolah menjadi aluminium. Investor ini memang sudah memiliki pabrik di China, jadi mereka datang dengan pengalaman yang matang,” jelasnya.
Bupati menyebut kapasitas tenaga kerja dari perusahaan tersebut mencapai sekitar 112 ribu orang, yang menunjukkan besarnya potensi pembukaan lapangan kerja apabila investasi benar-benar terealisasi di Beltim.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu mendukung masuknya investasi ini karena akan berdampak langsung terhadap masa depan ekonomi daerah.
“Mimpi saya hanya satu, menjadikan Belitung Timur sebagai gerbang ekonomi dan fondasi ekonomi daerah. Kalau fondasi itu sudah kita letakkan, maka ke depan akan lebih aman,” tegasnya.
Selain membuka lapangan kerja, investasi ini juga diproyeksikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.
“Yang penting ada investasi, berarti ada tenaga kerja, ada pajak, dan perputaran keuangan menjadi lebih baik di Belitung Timur,” tambahnya.
Selain sektor industri besar, Pemkab Beltim juga membuka peluang investasi pada sektor pertanian modern, khususnya pengembangan padi berbasis teknologi, perkebunan, perikanan, energi terbarukan, pariwisata, hingga infrastruktur pelabuhan.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memberikan kemudahan perizinan bagi investor, karena faktor tersebut menjadi salah satu alasan utama ketertarikan investor masuk ke Belitung Timur.
“Kalau izin sudah ada, mereka bergeraknya sangat cepat. Mereka tidak seperti kita yang masih menunggu dana, mereka tinggal menunggu izin,” pungkas Kamarudin.
Saat ini, sebagian investor masih dalam tahap survei lapangan dan pembahasan lanjutan di Jakarta. Pemkab Beltim berharap seluruh proses dapat berlanjut ke tahap investasi konkret agar kawasan industri yang selama ini direncanakan benar-benar terwujud dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Dengan masuknya investor besar ini, Belitung Timur diharapkan tidak hanya menjadi daerah penyangga ekonomi, tetapi mampu tumbuh sebagai pusat industri strategis baru yang memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.(S)
Radio Sisnet – Suara Informasi Masyarakat Belitung Timur



