Manggar, Sisnet Radio – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mulai memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) penuh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, sebagai bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih adaptif dan efisien.
Kebijakan ini resmi diterapkan mulai pekan kedua April 2026, berdasarkan Surat Edaran Bupati Belitung Timur Nomor: 800/16/SE/BUPATI/2026 tertanggal 7 April 2026.
Dalam regulasi tersebut, Pemkab Belitung Timur juga melakukan penyesuaian jam kerja ASN. Pada hari Senin hingga Kamis, jam kerja diperpanjang selama 30 menit, dari sebelumnya pukul 08.00–16.00 menjadi 08.00–16.30.
Adapun pada hari Jumat, ASN menjalankan tugas secara penuh dari rumah dengan rentang waktu kerja pukul 07.30 hingga 14.30 melalui sistem presensi daring.
Respons terhadap Efisiensi Anggaran
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Belitung Timur, Hendri Yani, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang mendorong efisiensi dalam tata kelola pemerintahan.
Menurut dia, penerapan WFH tidak hanya menjadi strategi adaptasi terhadap dinamika global, tetapi juga sebagai langkah konkret penghematan belanja operasional pemerintahan.
“Substansinya adalah efisiensi. Dalam kondisi global saat ini, kebijakan ini diharapkan mampu menekan pengeluaran tanpa mengurangi produktivitas ASN,” ujarnya.
Jamin Pemenuhan Jam Kerja
Penyesuaian jam kerja pada awal pekan, lanjut Hendri, dilakukan untuk memastikan total jam kerja ASN tetap memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan skema tersebut, akumulasi jam kerja mingguan tetap terjaga, meskipun satu hari kerja dialihkan secara penuh melalui sistem WFH.
Arah Baru Budaya Kerja ASN
Penerapan WFH terjadwal ini menandai langkah awal transformasi budaya kerja ASN di lingkungan Pemkab Belitung Timur menuju sistem kerja yang lebih fleksibel, berbasis kinerja, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain meningkatkan efisiensi, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.(Rados)
Editor: Sisnet Radio




