Notification

×

Iklan

Iklan

Beruah Tahun Kampong Kelubi 2026, Tradisi Leluhur yang Menyatukan Warga Menuju Desa Maju dan Sejahtera

Selasa, 19 Mei 2026 | Mei 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-19T04:04:56Z


Sisnet radio, Desa Kelubi — Nuansa adat, kebersamaan, dan semangat persatuan begitu terasa dalam pelaksanaan Beruah Tahun Kampong Kelubi 2026 yang berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026, di Dusun 1 Desa Kelubi, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Tradisi tahunan yang telah diwariskan turun-temurun ini kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Kelubi untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.

Mengusung tema “Bersatu Membangun Desa, Melestarikan Budaya Menuju Kelubi yang Maju dan Sejahtera,” kegiatan tersebut berlangsung meriah namun tetap sarat makna budaya dan nilai religius.

Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati lokasi kegiatan. Kehadiran tokoh pemerintahan, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat umum semakin menambah semarak suasana kebersamaan yang menjadi ciri khas Beruah Tahun Kampong Kelubi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Manggar Suharman, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur Fezzi Uktolseja, Kepala Desa Kelubi Zamroni, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ketua Adat Desa, pimpinan perusahaan di wilayah Desa Kelubi, para kepala dusun, Ketua BKM Masjid se-Desa Kelubi, serta tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syauqia Luanna yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh ketenangan.

Ketua panitia Alvin Cahyadi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan budaya tahunan tersebut. Ia mengatakan bahwa Beruah Tahun bukan hanya sebuah tradisi seremonial, melainkan simbol persatuan masyarakat Desa Kelubi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

“Tradisi ini adalah identitas kita. Di sinilah masyarakat berkumpul, saling mempererat hubungan kekeluargaan, dan bersama-sama menjaga budaya warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Alvin.

Sementara itu, Kepala Desa Kelubi Zamroni menegaskan bahwa kebersamaan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam membangun desa. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, namun juga bagaimana masyarakat mampu menjaga nilai budaya dan kekompakan sosial.

“Kita ingin Desa Kelubi terus berkembang menjadi desa yang maju dan sejahtera, tetapi tetap mempertahankan adat, budaya, dan jati diri masyarakatnya,” ujar Zamroni di hadapan masyarakat yang hadir.

Camat Manggar Suharman, S.H. turut memberikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat Desa Kelubi dalam menjaga tradisi budaya daerah. Ia menilai kegiatan seperti Beruah Tahun memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Belitung Timur.

Menurutnya, budaya lokal harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang di tengah derasnya arus modernisasi.

“Budaya adalah warisan yang tidak ternilai. Jika masyarakat tetap bersatu menjaga tradisi seperti ini, maka identitas daerah akan tetap kuat,” kata Suharman.

Kegiatan semakin bermakna dengan tausyiyah agama yang disampaikan Zakaria Multazam dari Pondok Pesantren Fajrul Islam Belitung. Dalam tausyiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan, memperkuat nilai keimanan, serta menanamkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Ketua Adat Desa Kelubi Sairin yang juga dikenal sebagai tokoh adat atau dukun kampong menyampaikan pesan penting tentang menjaga adat istiadat sebagai warisan leluhur yang harus dihormati dan diteruskan kepada generasi muda.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Sairin, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi masyarakat Desa Kelubi.

Beruah Tahun Kampong Kelubi 2026 tidak hanya menjadi sebuah perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa masyarakat Desa Kelubi tetap menjaga persatuan, adat, dan nilai kebersamaan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Di tengah modernisasi yang terus berkembang, tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa budaya dan persaudaraan adalah pondasi utama dalam membangun desa yang maju, harmonis, dan sejahtera.

Radio Sisnet 90,5 FM
Mengabarkan dari Hati Belitung Timur

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update