Sisnet Radio, DPRD Kabupaten Belitung Timur — Nasib keberangkatan sejumlah cabang olahraga beregu Kabupaten Belitung Timur pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih belum menemui kepastian.
Persoalan keterbatasan anggaran menjadi pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Beltim bersama KONI Belitung Timur, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Belitung Timur, Bapperida, serta sejumlah pengurus cabang olahraga, Senin (18/05/2026).
Rapat yang berlangsung hampir tiga jam itu dipimpin langsung Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja dan berlangsung penuh dinamika. Pasalnya, muncul kekhawatiran beberapa cabang olahraga beregu seperti sepak bola, bola voli, basket hingga drum band terancam tidak dapat diberangkatkan ke Porprov VII yang akan berlangsung di Pulau Bangka pada November 2026 mendatang.
Kondisi tersebut memicu perhatian serius banyak pihak karena olahraga beregu dinilai bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga menyangkut harga diri dan nama baik daerah di tingkat provinsi.
Dalam rapat tersebut, sejumlah pengurus cabang olahraga bahkan menyampaikan kekecewaan mereka jika atlet beregu gagal diberangkatkan akibat keterbatasan dana.
Beberapa di antaranya menilai lebih baik kontingen Beltim tidak ikut sama sekali dibanding harus memberangkatkan atlet secara setengah-setengah tanpa cabang olahraga unggulan masyarakat.
Ketua Umum KONI Beltim Hendro menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih mengacu pada anggaran awal sebesar Rp1,5 miliar. Namun angka tersebut dinilai belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan kontingen Porprov VII.
“Kalau dihitung keseluruhan masih kurang lebih dari Rp1 miliar lagi, terutama untuk cabang olahraga beregu yang memang membutuhkan biaya lebih besar,” jelas Hendro.
Menurutnya, KONI Beltim sejauh ini telah melakukan berbagai efisiensi anggaran agar persiapan atlet tetap berjalan. Namun pihaknya berharap segera ada solusi agar atlet tidak kehilangan semangat menjelang pertandingan.
Sementara itu, Kepala Dispora Beltim Amrizal mengatakan pemerintah daerah masih terus mencari jalan keluar agar seluruh cabang olahraga tetap dapat diberangkatkan.
Salah satu solusi yang mulai dibahas yakni kemungkinan tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) serta dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan.
“Harapannya nanti ada regulasi yang memungkinkan tambahan anggaran. Selain itu kita juga mencoba membuka peluang dukungan CSR,” ujar Amrizal.
Ia juga meminta seluruh cabang olahraga untuk melakukan penghematan selama masa persiapan, termasuk mengurangi kegiatan luar daerah dan menyesuaikan kebutuhan perlengkapan atlet.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, semangat para atlet dan pengurus cabang olahraga disebut masih sangat tinggi untuk membawa nama Belitung Timur di ajang Porprov VII.
Perwakilan PSSI Beltim Endriansyah mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan selama lima bulan terakhir dan berharap segera ada kepastian terkait keberangkatan atlet sepak bola.
“Yang penting ada kepastian. Berapapun anggaran yang tersedia nanti, kami tetap siap berjuang membawa nama Beltim,” tegasnya.
Hingga RDP berakhir, belum ada keputusan final terkait tambahan anggaran maupun jumlah cabang olahraga yang dipastikan berangkat. Namun seluruh pihak sepakat untuk terus mencari solusi terbaik agar atlet-atlet Belitung Timur tetap bisa tampil dan berprestasi di Porprov VII Kepulauan Bangka Belitung 2026.(S)
Radio Sisnet 90,5 FM



.jpeg)



