Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Beltim Raih Penghargaan Nasional, Bukti Komitmen Melestarikan Bahasa Daerah di Tengah Arus Modernisasi

Selasa, 26 Mei 2026 | Mei 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-25T19:53:03Z


Sisnet Radio, Jakarta
– Kabupaten Belitung Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya modern, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur justru menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya daerah, khususnya bahasa ibu sebagai identitas masyarakat lokal.

Komitmen tersebut membuahkan penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah itu diterima langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 yang berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Kota Depok, Senin (25/5/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah tantangan globalisasi dan perubahan zaman.

Momentum penghargaan ini menjadi bukti bahwa Belitung Timur tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga serius menjaga akar budaya sebagai pondasi karakter masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati Kamarudin Muten menegaskan bahwa bahasa daerah memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar alat komunikasi sehari-hari. Bahasa daerah merupakan identitas, sejarah, sekaligus warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai luhur masyarakat.

“Bahasa daerah adalah jati diri masyarakat. Di dalamnya ada sejarah, adat, dan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, menjaga bahasa daerah berarti menjaga identitas kita sendiri,” ujar Kamarudin.

Ia menilai, pelestarian bahasa ibu harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian diperkuat melalui pendidikan di sekolah dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, generasi muda harus terus dikenalkan dan dibiasakan menggunakan bahasa daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi juga milik seluruh masyarakat Belitung Timur yang masih menjaga dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Lebih lanjut, Kamarudin menegaskan bahwa penghargaan nasional tersebut menjadi motivasi baru bagi Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk terus memperkuat program pelestarian budaya lokal melalui pendidikan, kegiatan seni budaya, hingga pengembangan literasi bahasa daerah.

Ia berharap penghargaan tersebut mampu membangkitkan kesadaran bersama bahwa bahasa ibu bukan sesuatu yang kuno atau tertinggal, melainkan kekayaan budaya yang harus dijaga sebagai investasi budaya jangka panjang bagi generasi mendatang.

Di tengah derasnya pengaruh budaya luar, penghargaan ini menjadi simbol bahwa Belitung Timur tetap berdiri teguh menjaga identitas budaya daerahnya. Sebuah langkah penting untuk memastikan warisan bahasa daerah tetap hidup, berkembang, dan terus diwariskan kepada anak cucu di masa depan.(S)

Sumber: Prokom Setda Belitung Timur / Diskominfo SP Beltim

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update