Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Ruang Birokrasi Menuju Hamparan Kebun: Pelajaran Berharga Ikhwan Fahrozi tentang Mempersiapkan Masa Pensiun dan Masa Depan Belitung Timur

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-19T14:46:08Z


SisNet Radio Menepati Janji Berkunjung ke Kebun Aik Ketapik, Menghadirkan Sebuah Percakapan yang Menginspirasi tentang Kehidupan, Alam, dan Harapan Ekonomi Pascatambang

BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO – Di balik kesibukannya sebagai Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Timur, Drs. Ikhwan Fahrozi ternyata telah lama menyiapkan kehidupan setelah masa tugasnya berakhir.

Minggu sore (19/7/2026), SisNet Radio menepati janjinya untuk berkunjung ke Kebun Aik Ketapik, Desa Batu Penyu. Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi kepada salah satu pendengar setia SisNet Radio, melainkan menjadi ruang dialog yang menghadirkan pelajaran berharga tentang bagaimana seseorang seharusnya mempersiapkan masa depan sebelum masa pensiun benar-benar tiba.

Di tengah semilir angin, hijaunya pepohonan, dan suasana kebun yang tenang, Ikhwan Fahrozi berbicara bukan hanya sebagai seorang pejabat pemerintahan, tetapi sebagai seorang warga Belitung yang memikirkan masa depan daerahnya.

Pensiun Bukan Garis Akhir, Melainkan Awal Babak Kehidupan Baru

Bagi sebagian orang, pensiun sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan karier. Namun, pandangan itu berbeda bagi Ikhwan Fahrozi.

Menurutnya, masa pensiun justru menjadi awal dari fase kehidupan yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan banyak orang adalah baru mulai menyusun rencana ketika waktu pensiun sudah di depan mata.

"Kita tidak boleh menunggu pensiun baru berpikir ingin berkebun atau membuka usaha. Persiapan harus dilakukan sejak masih aktif bekerja. Ketika masa pengabdian selesai, kita sudah memiliki aktivitas yang produktif dan tetap memberi manfaat bagi keluarga maupun masyarakat," ujarnya.

Pesan sederhana itu menyimpan makna yang sangat dalam. Perencanaan yang matang bukan hanya memberikan ketenangan hidup, tetapi juga menjaga seseorang tetap produktif setelah tidak lagi menjalani rutinitas pekerjaan.

Kebun yang Dibangun Bukan Sekadar Mengejar Keuntungan

Banyak orang menganggap kebun identik dengan investasi ekonomi. Namun bagi Ikhwan Fahrozi, kebun memiliki makna yang jauh lebih luas.

Ia mengaku sengaja memilih lokasi yang masih memiliki pepohonan alami, sumber air yang jernih, kolam ikan, serta lingkungan yang tetap lestari.

Baginya, kekayaan sesungguhnya bukan semata-mata dihitung dari banyaknya pohon sawit yang ditanam, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

"Saya ingin memiliki tempat di mana kita masih bisa menikmati suara alam, melihat air yang tetap jernih, pepohonan yang tumbuh, dan kehidupan yang tetap terjaga. Nilai seperti ini tidak bisa dihitung hanya dengan uang," tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan.

Belitung Timur Sedang Menghadapi Tantangan Besar

Dalam perbincangan bersama SisNet Radio, Ikhwan juga mengajak masyarakat melihat persoalan Belitung Timur secara lebih luas.

Selama lebih dari satu abad, pertambangan telah menjadi denyut utama perekonomian daerah. Namun, ketika cadangan mineral semakin terbatas dan ruang pertambangan menyusut, masyarakat dituntut mulai memikirkan sumber penghidupan baru.

Menurutnya, transisi menuju sektor perkebunan bukanlah pilihan yang mudah.

Masih banyak lahan yang berada dalam kawasan perizinan pertambangan maupun kawasan kehutanan sehingga masyarakat kesulitan memperoleh lahan produktif. Di sisi lain, banyak lahan bekas tambang memerlukan biaya besar untuk dipulihkan sebelum dapat ditanami kembali.

Kondisi tersebut menjadi tantangan nyata yang memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Masyarakat Perlu Memiliki Aset Produktif, Bukan Sekadar Pekerjaan

Salah satu pesan terpenting yang disampaikan Ikhwan Fahrozi adalah pentingnya masyarakat memiliki aset produktif.


Menurutnya, seseorang yang memiliki kebun sendiri akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun kemandirian ekonomi dibandingkan hanya mengandalkan pekerjaan yang bersifat sementara.

Ia berharap generasi muda Belitung Timur mulai memandang sektor perkebunan sebagai investasi jangka panjang yang mampu memberikan manfaat lintas generasi.

Namun ia juga mengingatkan bahwa bantuan bibit saja tidak cukup.

Petani membutuhkan kepastian lahan, pendampingan teknologi, akses permodalan, hingga jaminan pemasaran agar usaha perkebunan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Membangun Belitung Timur Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Tambang

Di penghujung wawancara, Ikhwan Fahrozi menyampaikan harapannya agar pembangunan Belitung Timur mulai diarahkan pada penguatan sektor-sektor ekonomi berkelanjutan.

Menurutnya, pertambangan telah memberikan kontribusi besar bagi daerah. Namun masa depan Belitung Timur harus mulai dibangun melalui pengembangan perkebunan, pertanian, perikanan, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat.

"Kalau masyarakat memiliki lahan yang dikelola sendiri, mereka memiliki harapan. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga membangun masa depan keluarganya. Itulah yang harus mulai kita siapkan dari sekarang," katanya.

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Bagi SisNet Radio, kunjungan ke Kebun Aik Ketapik bukan sekadar memenuhi janji kepada seorang pendengar setia.

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tokoh selalu ada pengalaman hidup yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Di tengah perubahan zaman, satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari pertemuan ini adalah bahwa masa depan tidak dibangun ketika kesempatan telah datang, melainkan dipersiapkan jauh sebelum kesempatan itu tiba.

Dan mungkin, seperti yang ditunjukkan Ikhwan Fahrozi, kebun bukan hanya tempat menanam pohon, tetapi juga tempat menanam harapan, menjaga alam, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.


Reporter: Bang Rados/ Ronny
Lokasi: Kebun Aik Ketapik, Desa Batu Penyu, Belitung Timur
**Minggu, 19 Juli 2026

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update