Notification

×

Iklan

Iklan

Noya Harumkan Nama Beltim di Malaysia, Bupati Kamarudin Beri Apresiasi Langsung

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T13:13:04Z


Manggar, Sisnet Radio — Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Belitung Timur. Di usia yang baru menginjak 14 tahun, Aaliyah Noya Risdianto berhasil mengibarkan nama Kabupaten Belitung Timur di panggung internasional setelah meraih medali perak pada ajang Milo International Open Karate Championship 2026 di Malaysia.

Prestasi itu tak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah, tetapi juga mengundang perhatian Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Sebagai bentuk penghargaan atas capaian yang mengharumkan nama daerah, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengundang langsung Noya ke ruang kerjanya, Senin (6/7/2026), untuk menyampaikan apresiasi sekaligus memberi semangat agar sang atlet muda terus melangkah lebih jauh.


Noya mencatat prestasi membanggakan pada nomor Youth U-14 Female Kata Individual, sebuah capaian yang tidak datang dengan mudah. Dalam kejuaraan internasional tersebut, ia harus bersaing dengan karateka dari 17 negara, sebelum akhirnya berdiri di podium sebagai peraih medali perak. Bagi Belitung Timur, keberhasilan ini bukan sekadar torehan medali, melainkan penanda bahwa talenta daerah mampu berbicara di level dunia.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Noya hadir didampingi sang ayah Arry Risdianto, pelatih karate Beltim Syukur Maulana, Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur Sabarudin, pengurus FORKI Beltim Yoesrizal Mardiansyah, serta mantan Kepala SMP Negeri 4 Kelapa Kampit Ruwah Subakti.


Bupati Beltim Kamarudin Muten menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk memberi perhatian kepada putra-putri daerah yang berprestasi, terutama mereka yang telah membawa nama Belitung Timur ke tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, penghargaan kepada atlet bukan semata soal bonus atau seremoni, tetapi juga bentuk pengakuan atas kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang mereka tunjukkan.

“Sejak dulu saat masih menjadi Ketua KONI, saya selalu berusaha memberi semangat kepada atlet-atlet kita. Sekarang sebagai kepala daerah, saya juga tetap memikirkan masa depan mereka. Anak-anak yang sudah mengharumkan nama daerah harus kita beri perhatian,” ujar Kamarudin.

Ia juga memberi apresiasi khusus kepada para orang tua atlet yang selama ini setia mendampingi anak-anak mereka meniti jalan prestasi, meski kerap dihadapkan pada keterbatasan. Menurutnya, dukungan keluarga adalah fondasi penting dalam membentuk mental juara dan menjaga anak-anak tetap tumbuh di jalur yang positif.

“Saya sangat mengapresiasi orang tua atlet. Meski dengan segala keterbatasan, mereka tetap mendampingi dan memberikan semangat. Kalau hobi anak-anak tersalurkan melalui kegiatan yang positif seperti olahraga, tentu ini menjadi investasi yang baik untuk masa depan mereka,” tambahnya.

Medali Perak yang Lahir dari Latihan dan Disiplin

Bagi Noya, keberhasilan meraih medali perak di Malaysia bukanlah hasil yang datang dalam semalam. Siswi SMP Negeri 4 Kelapa Kampit yang kini naik ke kelas IX itu mengaku pencapaiannya dibangun dari latihan rutin bersama pelatih, disertai latihan mandiri di rumah untuk menjaga konsistensi teknik dan mental bertanding.

“Latihan sama coach, terus latihan sendiri di rumah,” ujar Noya singkat.

Remaja asal Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit itu juga mengaku tak pernah membayangkan bisa langsung menembus podium pada debut internasionalnya. Namun di balik kerendahan hati itu, tersimpan mental kompetitif yang membuatnya mampu tampil tenang menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara.

“Enggak nyangka, karena baru pertama kali ikut pertandingan internasional. Kalau juara ya alhamdulillah, kalau belum ya jadi pengalaman,” katanya.

Pada partai final, Noya harus mengakui keunggulan atlet tuan rumah Malaysia. Meski demikian, ia menyebut pertandingan berlangsung sangat ketat, dengan selisih nilai yang tipis.

“Sebenarnya selisihnya tipis. Waktu tampil saya sempat sedikit goyang,” ungkapnya.

Dari Beltim ke Panggung Dunia

Prestasi di Malaysia bukan akhir perjalanan bagi Noya. Atlet muda andalan FORKI Belitung Timur itu kini mulai menatap tantangan berikutnya, yakni kejuaraan tingkat dunia pelajar di Filipina pada Februari 2027. Kesempatan tersebut membuka jalan baru bagi Noya untuk kembali mengibarkan nama Belitung Timur, sekaligus membawa Merah Putih di arena internasional.

“Harapan saya semoga bisa terus membawa nama Belitung Timur, sekolah, dan Indonesia sampai ke tingkat internasional,” ucapnya.

Bagi putri pertama pasangan Arry Risdianto dan Istikhomah ini, perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menjadi suntikan semangat tersendiri. Ia merasa perjuangan yang dijalani selama ini tidak luput dari perhatian, dan itu menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras.

“Senang sekali. Merasa diperhatikan pemerintah karena sudah berprestasi,” katanya sambil tersenyum.

Di balik pertemuan sederhana di ruang kerja bupati sore itu, tersimpan pesan yang lebih besar: bahwa setiap prestasi anak daerah layak dihargai, sekecil apa pun langkah awalnya. Dari ruang latihan yang sederhana, dari disiplin yang dibangun setiap hari, lahir atlet-atlet muda yang membawa nama Belitung Timur menembus batas wilayahnya sendiri.

Dan dari podium di Malaysia, Aaliyah Noya Risdianto telah membuktikan satu hal: mimpi anak kampung pun bisa berdiri sejajar di panggung dunia. (Ronni/B.Rados)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update