Manggar, Sisnet Radio – Karang Taruna Kabupaten Belitung Timur memasuki babak baru. Melalui Temu Karya IV Karang Taruna Kabupaten Belitung Timur Tahun 2026 yang digelar di Gedung Auditorium Zahari M.Z., Manggar, Selasa (7/7/2026), Oscar Habib resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Beltim periode 2026–2031.
Forum lima tahunan ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, Temu Karya menjadi titik penting untuk membangkitkan kembali peran Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat, mendorong pemberdayaan, dan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda di Belitung Timur.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fachrozi. Hadir pula Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Beltim Ronny Setiawan, perwakilan Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Orlando, serta pengurus Karang Taruna dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Dalam sambutannya, Ikhwan Fachrozi menegaskan bahwa Temu Karya harus dimaknai sebagai forum strategis, bukan semata-mata proses memilih ketua baru. Menurutnya, forum ini menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan penentuan arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan.
Ia menilai Karang Taruna memiliki posisi yang sangat penting karena lahir dari masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan semestinya kembali bekerja untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, Karang Taruna diharapkan mampu tampil sebagai motor penggerak inovasi sosial, pemberdayaan masyarakat, sekaligus pengembangan potensi generasi muda.
“Karang Taruna harus menjadi motor penggerak inovasi sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi generasi muda sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Beltim yang nyaman dan berkemajuan,” ujar Ikhwan.
Ikhwan juga mengingatkan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar. Namun, semangat persaudaraan, musyawarah, dan persatuan harus tetap menjadi fondasi utama. Siapa pun yang dipercaya memimpin, kata dia, harus mampu merangkul seluruh unsur organisasi dan membawa Karang Taruna menjadi lebih aktif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga mendorong Karang Taruna agar tidak berjalan di tempat. Di tengah perkembangan zaman, organisasi kepemudaan dituntut lebih adaptif dan progresif melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan sosial, pengembangan kewirausahaan pemuda, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tantangan Masih Ada, Konsolidasi Organisasi Jadi Pekerjaan Rumah
Di balik semangat pembaruan yang mengiringi Temu Karya IV, forum ini juga memotret tantangan yang masih dihadapi Karang Taruna Belitung Timur. Meski kegiatan tetap memenuhi kuorum dan berhasil menetapkan kepengurusan baru, tingkat kehadiran peserta terlihat belum sepenuhnya mencerminkan kuatnya konsolidasi organisasi.
Dari ratusan kursi yang disiapkan panitia, hanya belasan peserta yang hadir. Sejumlah pengurus Karang Taruna tingkat desa maupun kecamatan juga diketahui tidak mengikuti kegiatan tersebut. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa penguatan organisasi hingga ke akar rumput masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan.
Sorotan terhadap kondisi tersebut juga datang dari Dinas Sosial PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos PMD Provinsi Babel, Orlando, menilai Karang Taruna Beltim masih membutuhkan langkah serius untuk memperkuat kelembagaan, khususnya di tingkat desa.
Menurut Orlando, dalam dua tahun terakhir aktivitas organisasi dinilai belum berjalan maksimal. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa energi segar sekaligus melakukan restrukturisasi agar Karang Taruna kembali aktif dan fungsional.
“Kami berharap kepengurusan yang baru mampu melakukan restrukturisasi hingga tingkat desa sehingga program-program Karang Taruna dapat berjalan optimal. Ujung tombak organisasi ada di desa. Kalau Karang Taruna desa aktif, maka program di tingkat kabupaten juga akan berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, kehadiran pengurus provinsi dalam Temu Karya ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk dukungan nyata agar Karang Taruna Belitung Timur kembali hidup sebagai wadah pengembangan pemuda dan penggerak kegiatan sosial di masyarakat.
“Kami ingin memberikan semangat kepada teman-teman Karang Taruna di Beltim agar organisasi ini kembali hidup dan mampu menjadi wadah pengembangan pemuda,” ujar Orlando.
Oscar Habib Diharapkan Bawa Semangat Baru
Setelah seluruh tahapan sidang organisasi rampung, peserta Temu Karya akhirnya secara aklamasi menetapkan Oscar Habib, kader Karang Taruna Kecamatan Kelapa Kampit, sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Belitung Timur periode 2026–2031.
Terpilihnya Oscar menjadi penanda dimulainya harapan baru bagi Karang Taruna Beltim. Kepemimpinan yang baru diharapkan tidak hanya mampu menghidupkan kembali aktivitas organisasi di tingkat kabupaten, tetapi juga menjangkau kecamatan dan desa sebagai basis utama gerakan sosial kepemudaan.
Lebih jauh, Karang Taruna Beltim ke depan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, membuka ruang kreativitas dan pemberdayaan bagi anak muda, serta melahirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Jika konsolidasi organisasi mampu diperkuat dan semangat pengabdian pemuda terus dijaga, Karang Taruna Belitung Timur berpeluang kembali menjadi rumah besar bagi generasi muda untuk bergerak, berkarya, dan memberi dampak nyata bagi daerah.
(Sumber: Diskominfo SP Belitung Timur / Diolah oleh Sisnet Radio)





