Cuaca Laut Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga, Pemkab Perkuat Langkah Antisipasi
MANGGAR – SISNET RADIO — Di tengah tantangan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat bagi para nelayan, perekonomian Kabupaten Belitung Timur masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik. Meski harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya komoditas perikanan, mengalami kenaikan, laju inflasi daerah tetap berada dalam kisaran yang sehat dan sesuai sasaran nasional.
Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur pada Senin (3/8/2026) mencatat inflasi tahunan (year on year) sebesar 2,00 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,59. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month) tercatat 0,22 persen, dan inflasi sejak awal tahun (year to date) mencapai 1,29 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa daya kendali pemerintah terhadap stabilitas harga masih berjalan cukup baik, meskipun tekanan dari sektor pangan terus menjadi tantangan yang harus diwaspadai.
Laut Bergelombang, Pasokan Menurun, Harga Naik
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Belitung Timur, Fetia Nursih Widiastuti, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi.
Komoditas yang memberikan andil paling besar terhadap kenaikan harga antara lain cumi-cumi, ikan kembung, perhiasan emas, serta bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Fetia, kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat aktivitas melaut tidak maksimal sehingga hasil tangkapan nelayan menurun. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga ikan di pasar pun ikut terdongkrak.
Pada inflasi bulanan Juli 2026, komoditas ikan ekor kuning, ikan kembung, dan ikan bulat menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Fenomena ini memperlihatkan betapa besar pengaruh sektor kelautan terhadap stabilitas ekonomi masyarakat Belitung Timur yang sebagian besar masih bergantung pada hasil perikanan.
Selain sektor pangan, penyesuaian harga energi juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan melalui kenaikan harga BBM dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemkab Beltim Bergerak Cepat Antisipasi Gejolak Harga
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tidak tinggal diam melihat perkembangan tersebut.
Dalam sambutan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Beltim, Zikril, ditegaskan bahwa memasuki Agustus pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok.
Gelombang laut yang masih tinggi diperkirakan dapat kembali mengurangi hasil tangkapan nelayan, sementara musim kemarau berpotensi menekan produksi sayuran sehingga memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Namun demikian, terdapat kabar yang cukup menggembirakan. Pasokan daging ayam mulai meningkat, sedangkan harga cabai dan bawang relatif stabil sehingga mampu membantu menahan laju inflasi agar tidak bergerak lebih tinggi.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi, memperketat pemantauan harga di pasar, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia.
Langkah tersebut dinilai penting agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak tergerus oleh gejolak harga.
Inflasi Terkendali, Tetapi Kewaspadaan Harus Terus Dijaga
Inflasi sebesar 2,00 persen bukan sekadar angka statistik. Di baliknya terdapat kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga kebutuhan pokok.
Tantangan ke depan masih terbuka, terutama jika kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar Belitung Timur tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
SISNET RADIO 90,5 FM akan terus menghadirkan informasi yang akurat, mendalam, dan berpihak pada kepentingan publik sebagai bagian dari komitmen menjadi media lokal yang profesional, independen, dan terpercaya.
(Sumber: DiskominfoSP Kabupaten Belitung Timur dan BPS Kabupaten Belitung Timur)





