Notification

×

Iklan

Iklan

Gerakan Ibu Hamil Sehat Digelar di Beltim, Pemkab Perkuat Upaya Tekan Anemia dan Risiko Kehamilan

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-29T23:54:59Z


Gantung, Sisnet Radio
– Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat yang digelar di Halaman Kantor Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Rabu (29/7/2026). Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Beltim untuk menekan tingginya angka permasalahan pada ibu hamil dan ibu bersalin yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Dianita Fitriani, mengatakan gerakan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus gangguan gizi dan anemia pada ibu hamil yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kasusnya naik dua kali lipat dari tahun lalu. Oleh karena itu, kita ingin mengampanyekan bagaimana menjaga dan mendukung ibu-ibu hamil agar tetap sehat. Tentu saja, ibu hamil membutuhkan support system atau dukungan dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah," ujar Dianita.

Fokus pada Gizi, Pemeriksaan Kehamilan, dan Kesehatan Mental

Dalam kampanye tersebut, Dinas Kesehatan mengajak seluruh ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta rutin mengonsumsi tablet tambah darah sebanyak 180 tablet selama masa kehamilan.

Selain itu, ibu hamil juga diimbau menjalani minimal delapan kali pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku saat ini.


Menurut Dianita, seluruh puskesmas di Belitung Timur kini telah didukung tenaga dokter serta fasilitas USG, sehingga kondisi ibu dan janin dapat dipantau secara berkala. Apabila ditemukan risiko kehamilan, pasien akan segera dirujuk ke RSUD Muhammad Zein Belitung Timur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tak hanya kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian utama dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat.

"Ibu hamil sangat rentan mengalami kecemasan, stres, bahkan depresi. Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting agar ibu dapat menjalani kehamilan dengan bahagia dan sehat," jelasnya.

Pemkab Beltim juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi ibu hamil, termasuk menghindarkan mereka dari paparan asap rokok dan berbagai zat adiktif lainnya.

Kelas Ibu Hamil Bekali Pengetahuan Sejak Dini

Sebagai bagian dari program tersebut, Dinas Kesehatan juga menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil, yaitu kegiatan edukasi yang dipandu tenaga kesehatan bersama kader Posyandu.

Melalui kelas ini, para peserta memperoleh berbagai pengetahuan mengenai perkembangan kehamilan, tanda-tanda bahaya, persiapan persalinan, penanganan keadaan darurat, hingga penerapan pola hidup sehat yang mengacu pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA/Buku Pink).


Sebagai bentuk apresiasi, sepuluh ibu hamil yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Kelas Ibu Hamil menerima sertifikat dan cenderamata yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar.

Peserta Merasa Sangat Terbantu

Salah seorang peserta, Rina Rahmawati (23), mengaku memperoleh banyak manfaat dari program tersebut. Ibu yang sedang menjalani kehamilan pertamanya itu mengatakan materi yang diberikan sangat membantu dalam mempersiapkan proses persalinan sekaligus menjaga kesehatan janin.

"Aktivitasnya sangat bagus untuk membantu ibu hamil agar persalinannya lancar, sekaligus membantu kami dalam merawat janin," ujar Rina.

Warga Desa Batu Penyu itu juga mengapresiasi pelayanan pemerintah yang dinilainya sangat memudahkan masyarakat untuk mengikuti program.

"Saya merasa sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan pemerintah. Untuk mengikuti kelas hamil ini, saya langsung dihubungi dan diajak oleh bidan desa," katanya.

Melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap seluruh ibu hamil memperoleh pendampingan yang optimal sehingga dapat menjalani masa kehamilan dengan sehat, aman, dan bahagia. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta menekan risiko komplikasi kehamilan di Belitung Timur.

(Sumber: Diskominfo SP Belitung Timur | Diolah dan disunting oleh Redaksi Sisnet Radio)



TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update