BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO — Ada pemandangan berbeda di sekitar SPBU Padang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Senin (28/9/2026).
Saat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan tertib, antrean kendaraan di SPBU justru berangsur mengurai.
Namun, pemantauan tidak berhenti di antrean.
Informasi yang diperoleh di sekitar lokasi membawa tim Forkopimda menyisir kawasan tidak jauh dari SPBU. Di sebuah lahan warga, petugas menemukan puluhan jeriken yang diduga digunakan untuk menampung BBM bersubsidi.
Pantauan Sisnet Radio di lokasi, sedikitnya terdapat lebih dari 20 jeriken, dengan jumlah keseluruhan yang disebut mencapai sekitar 33 jeriken. Sejumlah jeriken ditemukan dalam kondisi masih berisi BBM, bahkan terdapat sekitar delapan jeriken yang disebut dalam keadaan penuh.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian petugas.
Meski demikian, hingga pemeriksaan berlangsung, belum diketahui secara pasti siapa pemilik jeriken maupun pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan BBM tersebut.
Forkopimda memastikan temuan ini akan didalami lebih lanjut.
Pertanyaan Besar di Balik Antrean
Temuan tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah persoalan antrean BBM yang selama beberapa waktu menjadi perhatian masyarakat Belitung Timur.
Dalam pemantauan sebelumnya di SPBU Padang, antrean kendaraan terlihat cukup panjang. Namun setelah dilakukan pengawasan secara langsung, antrean berangsur menjadi lebih pendek.
Kondisi itu kemudian mendorong petugas untuk tidak hanya melihat persoalan dari sisi antrean di depan SPBU, tetapi juga menelusuri aktivitas di lingkungan sekitar.
Dari sinilah keberadaan puluhan jeriken tersebut ditemukan.
Bagi aparat, persoalannya bukan semata-mata mengenai keberadaan jeriken, tetapi bagaimana BBM tersebut diperoleh, siapa yang mengisinya, untuk siapa BBM tersebut diperuntukkan, dan bagaimana mekanisme distribusinya hingga berada di lokasi tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kini menjadi bagian dari pendalaman.
Kapolres: Pengawasan Dilakukan dari Hulu hingga Hilir
Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum. mengatakan, pihaknya bersama Forkopimda akan melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi tidak hanya dilakukan di SPBU, tetapi akan ditelusuri secara menyeluruh.
“Kami dari Forkopimda akan melakukan pendalaman. Nanti hasilnya bagaimana ke depan akan kami sampaikan.”
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan BBM bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.
Kapolres juga menegaskan bahwa penelusuran akan dilakukan dari hulu hingga hilir, sehingga setiap mata rantai distribusi dapat diketahui secara lebih jelas.
Pemkab: Kartu Kendali Harus Digunakan Sesuai Ketentuan
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali mengingatkan mengenai penerapan kartu kendali BBM sebagai salah satu instrumen pengaturan distribusi BBM bersubsidi.
Masyarakat maupun pemilik kios yang telah mendapatkan kartu kendali diminta menggunakan fasilitas tersebut secara transparan dan sesuai ketentuan.
Pemerintah juga mengingatkan agar BBM yang diperoleh melalui mekanisme tersebut tidak kemudian diperjualbelikan kembali secara bebas per jeriken.
Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar meminta masyarakat turut membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan.
Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga RT, kepala dusun, pemilik lahan dan masyarakat di sekitar lokasi dinilai memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Pemilik Lahan Diminta Tidak Membiarkan Aktivitas Mencurigakan
Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas juga meminta keterangan dari warga yang berada di sekitar lahan tempat jeriken ditemukan.
Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang menempatkan jeriken-jeriken tersebut.
Forkopimda kemudian mengingatkan agar pemilik lahan tidak membiarkan lokasi miliknya digunakan untuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
Masyarakat juga diminta segera menyampaikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas penyimpanan atau distribusi BBM yang dianggap tidak sesuai ketentuan.
BBM Cukup, Distribusi yang Menjadi Perhatian
Di tengah temuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan bahwa persoalan yang terjadi tidak serta-merta menunjukkan kekurangan stok BBM dari sisi pasokan.
Karena itu, perhatian kini diarahkan pada tata kelola dan distribusi BBM di tingkat lapangan.
Sebab, bagi masyarakat, persoalan BBM bukan hanya tentang berapa banyak stok yang tersedia di SPBU.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan BBM tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan, dengan mekanisme yang tertib, transparan dan sesuai aturan.
Sidak di sekitar SPBU Padang ini menjadi pengingat bahwa persoalan antrean BBM tidak selalu selesai hanya dengan menambah pasokan.
Ada mata rantai distribusi yang juga harus diawasi.
Dan ketika puluhan jeriken ditemukan tidak jauh dari SPBU, maka pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar “mengapa antrean panjang?”, tetapi juga:
“Ke mana BBM bersubsidi itu mengalir setelah keluar dari SPBU?”
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini menunggu hasil pendalaman Forkopimda Belitung Timur.
SISNET RADIO — INFORMASI LOKAL BELITUNG TIMUR
Satu Hati Bangun Negeri





