DAMAR, SISNET RADIO — Gelanggang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (GOR Dispora) Kabupaten Belitung Timur di Kecamatan Damar, Kamis pagi (24/9/2026), menjadi titik berkumpulnya para pelajar yang membawa satu semangat: bertanding, berprestasi, sekaligus belajar menghargai perjuangan.
Suasana kompetitif mulai terasa ketika Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar se-Kabupaten Belitung Timur bertajuk “Beltim School Pencak Silat Championship 2026” resmi dibuka sekitar pukul 09.00 WIB.
Kejuaraan ini mempertemukan para pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Belitung Timur dalam sebuah kompetisi yang tidak hanya menguji kemampuan teknik di atas matras, tetapi juga kedisiplinan, mental bertanding dan sportivitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Belitung Timur, jajaran kepala perangkat daerah, Camat Manggar dan Camat Damar, Ketua KONI Kabupaten Belitung Timur, Ketua IPSI Kabupaten Belitung Timur, serta para pembina, pelatih, wasit dan juri, guru pendamping dan atlet pencak silat.
Pesan Bupati: Menang Bukan Satu-Satunya Tujuan
Sambutan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten pada pembukaan kejuaraan disampaikan oleh Amrizal, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belitung Timur, yang mewakili Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kejuaraan pencak silat antarpelajar tersebut dapat terselenggara.
Namun di balik kompetisi dan target prestasi, terdapat pesan yang lebih mendasar kepada para atlet.
Bupati meminta para peserta bertanding dengan penuh semangat dan disiplin, sekaligus menjaga nilai utama dalam olahraga: sportivitas.
Sebab, menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertandingan.
Yang lebih penting adalah bagaimana seorang atlet mampu menghormati lawan, menjaga kekompakan, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada dan tetap menunjukkan karakter yang baik, baik ketika berada di dalam arena maupun setelah meninggalkan arena pertandingan.
Dari Matras, Pelajar Belajar Tentang Kehidupan
Kejuaraan pencak silat tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara.
Di balik setiap pertandingan terdapat proses pembentukan mental. Seorang atlet belajar mempersiapkan diri, mematuhi aturan, mengendalikan emosi, menghormati lawan dan menerima hasil dari sebuah perjuangan.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan tumbuh melalui Beltim School Pencak Silat Championship 2026.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi dan persahabatan antara atlet, pelatih, pembina dan sekolah.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menghasilkan atlet yang berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter, kedisiplinan dan rasa saling menghormati.
Resmi Dibuka
Menutup sambutannya, Bupati Belitung Timur berpesan kepada seluruh peserta agar menampilkan kemampuan terbaik.
“Junjung tinggi sportivitas, jaga kekompakan dan tetap saling menghormati.”
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar se-Kabupaten Belitung Timur “Beltim School Pencak Silat Championship 2026” resmi dinyatakan dibuka.
Kini, matras pertandingan menjadi ruang pembuktian.
Bukan hanya tentang siapa yang paling kuat, tetapi tentang siapa yang mampu menunjukkan kemampuan, keberanian, disiplin dan sportivitas.
Karena pada akhirnya, kemenangan terbesar seorang atlet bukan semata-mata ketika tangannya diangkat sebagai juara, melainkan ketika ia mampu keluar dari arena dengan tetap menghormati lawannya. (S)
SISNET RADIO — Satu Hati Bangun Negeri.
Laporan: Team Redaksi Sisnet Radio
Peliputan: Wartawan Sisnet Radio
Editor: Redaksi Sisnet Radio




