GANTUNG, BELITUNG TIMUR , SISNET RADIO — Sore itu, Lapangan Sepakbola PSB Dusun Baru, Desa Gantung, tidak hanya menjadi tempat anak-anak mengejar bola. Di tempat itulah, harapan tentang lahirnya generasi baru sepak bola Belitung Timur mulai ditanam.
Puluhan anak usia 10 dan 12 tahun tampil dengan semangat dan wajah penuh keceriaan dalam Turnamen Sepakbola U10 dan U12 se-Belitung Timur “Rising Stars of Bellvile” Tahun 2026, Selasa (6/10/2026).
Di tengah suasana pertandingan, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten hadir sekaligus membuka secara resmi turnamen tersebut.
Namun, pesan yang disampaikan Bupati tidak berhenti pada soal menang dan kalah.
Di hadapan para pemain muda, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang hadir, Kamarudin menitipkan pesan yang jauh lebih besar: jadilah anak-anak yang kuat dalam karakter sebelum menjadi kuat di lapangan.
Menurutnya, olahraga sejak usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat, percaya diri, disiplin, mampu bekerja sama dan memiliki keberanian untuk mengejar prestasi.
“Menjadi juara memang membanggakan, tetapi menjadi pemain yang sportif, disiplin, dan memiliki karakter yang baik jauh lebih penting.”
Pesan tersebut menjadi salah satu inti sambutan Kamarudin dalam pembukaan turnamen yang diselenggarakan bersama Bellvile Group dan berbagai pihak pendukung.
Bukan Sekadar Mengejar Trofi
Bagi anak-anak yang turun bertanding, sebuah turnamen mungkin identik dengan gol, kemenangan dan trofi.
Tetapi bagi orang tua, pelatih dan pemerintah daerah, lapangan sepak bola seharusnya menjadi ruang pembelajaran kehidupan.
Di sana anak-anak belajar bahwa tidak semua pertandingan berakhir dengan kemenangan. Mereka belajar menerima kekalahan, menghargai lawan, mematuhi keputusan wasit, mendengarkan pelatih dan tetap menghormati teman satu tim.
Karena itu, Kamarudin meminta para peserta bermain dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Namun ia juga mengingatkan agar anak-anak menikmati pertandingan dengan gembira.
Sebab sepak bola usia dini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi tentang siapa yang tetap mau berlatih ketika kalah dan bangkit kembali untuk mencoba.
Menanam Bibit, Menunggu Waktu untuk Tumbuh
Kamarudin berharap turnamen seperti “Rising Stars of Bellvile” dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan bibit-bibit pesepakbola muda Belitung Timur.
Ia membayangkan, anak-anak yang sore itu berlari mengejar bola di Lapangan PSB Gantung suatu hari nanti dapat tumbuh menjadi pemain yang mampu membawa nama Belitung Timur ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan hingga tingkat nasional.
Harapan tersebut tentu membutuhkan proses panjang.
Bukan hanya latihan dan kompetisi, tetapi juga dukungan orang tua, sekolah, pelatih, organisasi olahraga dan pemerintah daerah.
Karena seorang atlet hebat tidak lahir hanya dari satu pertandingan.
Ia lahir dari latihan yang berulang, disiplin yang terus dijaga, kekalahan yang mampu diterima, serta keberanian untuk kembali berdiri ketika gagal.
Pesan untuk Pelatih dan Pendamping
Tidak hanya kepada para pemain, Bupati juga memberikan pesan kepada pelatih dan pendamping agar memberikan dukungan secara positif.
Anak-anak perlu diajarkan untuk mencintai olahraga, menghargai sesama dan memiliki mental pantang menyerah.
Sebab pada usia tersebut, yang sedang dibangun bukan hanya kemampuan menendang dan mengontrol bola, tetapi juga kepribadian seorang calon generasi penerus.
Turnamen ini dihadiri Kapolres Belitung Timur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Gantung, Kapolsek Gantung, Danramil Gantung, Ketua Askab PSSI Belitung Timur, Ketua KONI Belitung Timur, Ketua PGRI Belitung Timur, Kepala Desa Gantung, pemilik Bellvile Group, Ketua K3S Kecamatan Gantung, panitia turnamen, kepala sekolah, pelatih, pendamping serta para peserta U10 dan U12.
Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Kamarudin Muten secara resmi membuka Turnamen Sepakbola U10 dan U12 “Rising Stars of Bellvile” Tahun 2026.
Dari Gantung untuk Masa Depan Beltim
Ada sesuatu yang menarik dari turnamen ini.
Di tepian sungai yang menghijau dan suasana Desa Gantung yang masih begitu dekat dengan alam, anak-anak Belitung Timur hari ini sedang menulis cerita mereka sendiri.
Mungkin belum ada yang tahu siapa di antara mereka yang kelak menjadi bintang.
Tetapi setiap bintang besar selalu memiliki titik awal.
Dan bisa jadi, titik awal itu adalah sebuah lapangan sederhana di Gantung, tempat seorang anak kecil pertama kali belajar bahwa mengejar bola bukan hanya tentang mencetak gol—tetapi tentang belajar berjuang, bekerja sama, menghormati lawan dan tidak mudah menyerah.
Sisnet Radio mencatat, dari lapangan-lapangan kecil di daerah, masa depan olahraga Belitung Timur sedang dipersiapkan.
Dari Gantung, semoga lahir bintang-bintang baru Beltim.
Salam olahraga!



.jpeg)

