Notification

×

Iklan

Iklan

Makan Bedulang Warnai Hari Jadi ke-155 Kota Manggar, Bupati Tekankan Kebersamaan dan Camat Dorong Pelestarian Tradisi

Jumat, 09 Oktober 2026 | Oktober 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-09T06:59:45Z


MANGGAR, SISNET RADIO — Tradisi Makan Bedulang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Manggar, Jumat (9/10/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung H. Tahlif Syarib, Kantor Camat Manggar, dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, keluarga pendiri Kota Manggar, para camat periode 2004–2026 serta sejumlah undangan.

Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten dalam sambutannya menempatkan Makan Bedulang bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan dan persaudaraan.


Menurut Bupati, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dirawat karena pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Dibutuhkan sinergi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha hingga generasi muda.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan Bupati dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-155 Kota Manggar sebelumnya, bahwa perjalanan panjang Manggar harus menjadi pijakan untuk membangun masa depan.

Dalam pidato paripurna, Kamarudin Muten menegaskan bahwa usia 155 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh sejarah, perjuangan, kerja keras, pengorbanan dan kebersamaan masyarakat Manggar.

Camat Manggar: Tradisi dan pembangunan harus berjalan bersama

Camat Manggar Kabupaten Belitung Timur, Suharman, S.H., turut memberikan perhatian terhadap makna Makan Bedulang dalam rangkaian Hari Jadi ke-155 Kota Manggar.


Dalam konteks peringatan tahun ini, Suharman memandang bahwa pelestarian tradisi dan pembangunan daerah memiliki hubungan yang erat. Tradisi seperti Makan Bedulang menjadi bagian dari identitas masyarakat Manggar yang perlu terus dijaga, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Bupati Kamarudin Muten dalam Rapat Paripurna, yang menekankan bahwa pembangunan Manggar ke depan harus tetap berpijak pada sejarah dan karakter masyarakatnya.

Bagi Kecamatan Manggar, momentum Hari Jadi ke-155 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan seluruh unsur masyarakat. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, pemuda dan berbagai kelompok masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Semangat tersebut menjadi penting karena Manggar tidak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga memiliki potensi ekonomi, budaya, pariwisata dan sumber daya manusia yang terus berkembang.

Makan Bedulang menjadi ruang mempererat kebersamaan

Makan Bedulang memiliki karakter yang berbeda dari jamuan makan biasa. Hidangan disajikan dalam dulang dan dinikmati bersama. Tradisi tersebut menghadirkan suasana kesetaraan serta membuka ruang interaksi antarsesama.


Dalam konteks pembangunan daerah, nilai tersebut menjadi relevan dengan pesan “Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame” yang disampaikan Bupati.

Kemajuan Manggar tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, pelayanan publik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat menjaga hubungan sosial, budaya dan semangat gotong royong.

Hal tersebut semakin penting ketika pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai agenda pembangunan Manggar ke depan, termasuk pengembangan kawasan Sungai Manggar dan kulong bekas tambang, penguatan ekonomi kreatif, ekowisata, ruang publik, pelayanan digital, pendidikan serta penataan kawasan perkotaan.

Dengan demikian, sejarah dan budaya tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya dikenang, tetapi menjadi bagian dari identitas yang menyertai perjalanan Manggar menuju masa depan.

155 tahun Manggar, menjaga sejarah dan menatap masa depan

Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Manggar menjadi momentum untuk melihat perjalanan kota ini secara lebih utuh.


Sejarah memberikan identitas, budaya memperkuat karakter masyarakat, sementara pembangunan menjadi langkah untuk menjawab kebutuhan generasi saat ini dan masa mendatang.

Bupati Kamarudin Muten dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, melestarikan budaya dan memperkuat kebersamaan.

Sementara dari Kecamatan Manggar, semangat tersebut dapat terus diterjemahkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pada akhirnya, Makan Bedulang bukan hanya tentang hidangan yang tersaji dalam satu dulang. Di dalamnya terdapat pesan sederhana tentang bagaimana masyarakat duduk bersama, berbagi, menghargai dan menjaga kebersamaan. (Alpin)

Selamat Hari Jadi ke-155 Kota Manggar.

Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame.

SISNET RADIO — Satu Hati Bangun Negeri.


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update