Sisnet Radio-Belitung timur. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Belitung Timur mengalami penurunan signifikan dalam penerimaan zakat dan infak pada tahun 2024. Hingga Maret 2024, total dana yang berhasil dihimpun hanya mencapai sekitar Rp22 juta, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp390 juta.
Ketua Baznas Kabupaten Belitung Timur, Edi Febrianto, mengungkapkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh perubahan mekanisme pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Perubahan tersebut berdampak pada menurunnya pembayaran Zakat Mal oleh ASN, yang sebelumnya merupakan kontributor utama dalam penerimaan zakat.
Meskipun menghadapi penurunan penerimaan, Baznas Kabupaten Belitung Timur tetap berkomitmen menyalurkan dana zakat kepada mustahik (penerima zakat). Pada Ramadan 1446 Hijriah, Baznas mengalokasikan Rp50 juta untuk 200 mustahik yang tersebar di 39 desa, dengan setiap mustahik menerima Rp250.000. Desa Baru di Kecamatan Manggar menerima alokasi dua kali lipat dibandingkan desa lainnya. Penyerahan bantuan dilakukan melalui Camat setempat dalam kegiatan Safari Ramadan.
Selain itu, Baznas juga memprioritaskan bantuan bagi warga kurang mampu yang memerlukan perawatan medis, terutama yang harus dirujuk ke luar daerah. Banyak warga Kabupaten Belitung Timur yang mengajukan bantuan untuk keperluan medis ke Baznas.
Untuk mengatasi penurunan penerimaan, Baznas Kabupaten Belitung Timur berupaya mencari tambahan dana melalui program infak dari pemerintah desa. Dari 39 desa di wilayah tersebut, 13 desa secara rutin memberikan infaknya kepada Baznas, yang sangat membantu dalam mendukung program bantuan medis bagi masyarakat.
Edi Febrianto mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki kemampuan finansial, untuk menunaikan kewajiban membayar Zakat Mal atau Zakat Penghasilan. Nisab zakat ditetapkan senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp85.685.977 per tahun, atau sekitar Rp7.140.498 per bulan. Ia mengajak masyarakat untuk mensucikan harta sekaligus membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
Penurunan penerimaan zakat ini menjadi tantangan bagi Baznas Kabupaten Belitung Timur dalam menjalankan program-program sosial dan kemanusiaan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.(S)