Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Belitung timur Kamarudin Muten Dorong Simbol Toleransi Beragama di Kulong Minyak

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-23T21:38:00Z


Manggar, 23 Januari 2026 – Sisnetradio.com
Bupati Belitung Timur, Kamarudin, meminta agar kawasan Kulong Minyak dihiasi dengan berbagai simbol keagamaan sebagai bentuk penguatan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Belitung Timur.

Tahun Baru Imlek 2026, yang akan segera tiba dan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Tahun Baru Imlek atau 春节 (Chūnjié) tahun 2026 telah ditetapkan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, yang sekaligus menandai perayaan tahun ke-2577 dalam kalender lunar atau kalender Kongzili.

Bupati meminta agar lampion-lampion dipasang di sekitar kawasan Kulong Minyak, lengkap dengan gerbang balon bernuansa Imlek, guna menyemarakkan suasana perayaan dan memperkuat pesan kebhinekaan di ruang publik.

Tidak hanya untuk Imlek, Kamarudin juga menegaskan bahwa pada momentum keagamaan lainnya, seperti bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kawasan yang sama akan kembali dihiasi dengan simbol ketupat sebagai identitas perayaan umat Islam.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Artinya, jarak antara perayaan Imlek dan awal puasa Ramadan hanya berselang dua hari. Dengan demikian, suasana Imlek dan Ramadan berpotensi hadir hampir bersamaan di ruang publik Kulong Minyak.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Kamarudin pada saat membuka secara resmi kegiatan Bazar UMKM HUT ke-23 Kabupaten Belitung Timur di kawasan Kulong Minyak, Manggar, yang menjadi salah satu rangkaian utama perayaan hari jadi daerah.

Kondisi ini dinilai Bupati sebagai momentum yang sangat baik untuk menampilkan wajah toleransi secara nyata.

“Sebagai Bupati, saya tidak ingin ada perbedaan perlakuan terhadap agama mana pun. Kalau kemarin ada pohon Natal, sekarang kita pasang lampion untuk Imlek, dan nanti ketupat untuk Ramadan dan Idul Fitri,” tegas Kamarudin.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam membangun iklim sosial yang harmonis dan inklusif.

“Tahun 2026 ini kita ingin merebut posisi sebagai daerah dengan toleransi beragama minimal masuk 10 besar. Supaya kita semua nyaman hidup berdampingan,” ujarnya.

Menurutnya, Kulong Minyak sebagai salah satu ruang publik strategis di Manggar sangat tepat dijadikan etalase toleransi, karena menjadi titik pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.

Dengan hadirnya simbol Imlek dan Ramadan secara berdekatan, Pemkab Beltim berharap kawasan Kulong Minyak dapat menjadi ikon persatuan dan simbol hidup rukun dalam keberagaman, sekaligus memperkuat citra Belitung Timur sebagai daerah yang ramah, damai, dan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan.(S)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update