Senang sekali saya, Bang Sis, kembali hadir menemani Anda dalam program “Sebaiknya Anda Tahu”, sebuah program yang menghadirkan kisah-kisah penuh hikmah dari sejarah yang diabadikan dalam Al-Qur’an.
Sahabat pendengar…
Hari ini kita akan membahas sebuah kisah perjuangan luar biasa. Kisah seorang nabi yang lahir di tengah kekejaman seorang raja zalim.
Dialah Nabi Musa AS, yang harus berjuang melawan penguasa paling sombong dalam sejarah, yaitu Fir’aun.
Kelahiran Nabi Musa di Tengah Ancaman
Pada masa itu, Fir’aun memerintah Mesir dengan sangat kejam. Ia menindas kaum Bani Israil, menjadikan mereka budak dan pekerja kasar.
Suatu hari, Fir’aun mendengar ramalan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang kelak akan menghancurkan kekuasaannya.
Karena takut kehilangan kekuasaan, Fir’aun mengeluarkan perintah yang sangat kejam.
Semua bayi laki-laki Bani Israil harus dibunuh.
Allah menceritakan ini dalam Al-Qur’an:
Surah Al-Qasas ayat 4
Artinya:
"Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah. Dia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka."
Sahabat pendengar…
Di tengah ancaman itu, lahirlah seorang bayi laki-laki dari seorang ibu yang salehah. Bayi itu adalah Nabi Musa.
Musa Dihanyutkan ke Sungai Nil
Ketika Nabi Musa lahir, ibunya sangat takut jika tentara Fir’aun menemukan bayinya.
Namun Allah memberikan ilham kepada ibu Musa.
Surah Al-Qasas ayat 7
Allah berfirman:
"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai."
Dengan hati yang penuh keimanan, sang ibu memasukkan bayi Musa ke dalam sebuah peti kecil, lalu menghanyutkannya ke Sungai Nil.
Sebuah keputusan yang sangat berat bagi seorang ibu.
Namun di balik itu, Allah sudah menyiapkan rencana besar.
Musa Justru Dibesarakan di Istana Fir’aun
Peti kecil yang membawa Nabi Musa akhirnya ditemukan oleh keluarga Fir’aun.
Istri Fir’aun yang bernama Asiyah melihat bayi itu dan merasa sangat sayang kepadanya.
Ia berkata kepada Fir’aun sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
Surah Al-Qasas ayat 9
Artinya:
"Ia akan menjadi penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya."
Akhirnya Musa kecil dibesarkan di istana Fir’aun, raja yang justru ingin membunuhnya.
Inilah bukti bahwa kekuasaan Allah jauh lebih besar dari rencana manusia.
Musa Menjadi Nabi
Setelah dewasa, Nabi Musa meninggalkan Mesir dan hidup beberapa waktu di negeri Madyan.
Di sanalah Allah memilihnya menjadi nabi.
Allah berbicara kepada Musa di sebuah tempat yang disebut Bukit Tursina.
Allah memerintahkan Musa untuk kembali ke Mesir dan mengajak Fir’aun menyembah Allah.
Ini adalah tugas yang sangat berat.
Bayangkan sahabat pendengar…
Seorang manusia biasa harus menghadapi raja paling kuat dan paling sombong di dunia.
Musa Menghadapi Fir’aun
Nabi Musa datang kepada Fir’aun bersama saudaranya Nabi Harun.
Mereka berkata kepada Fir’aun sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Surah Thaha ayat 47
Artinya:
"Sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu. Maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka."
Namun Fir’aun menolak.
Ia bahkan menuduh Nabi Musa sebagai penyihir dan pembohong.
Fir’aun juga mempersulit kehidupan Bani Israil.
Mereka hidup dalam tekanan, kerja paksa, dan penderitaan.
Penderitaan dan Tekanan
Sahabat pendengar…
Perjuangan Nabi Musa bukan perjuangan yang mudah.
Ia menghadapi:
-
tekanan kekuasaan
-
ancaman tentara
-
fitnah dari penguasa
-
penderitaan rakyatnya
Namun Nabi Musa tetap sabar dan terus berdakwah.
Allah menguatkan Nabi Musa dalam Al-Qur’an.
Surah Al-A’raf ayat 128
Artinya:
"Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah, diwariskan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya."
Ini adalah pesan besar bagi kita semua.
Akhir Kekuasaan Fir’aun
Ketika Fir’aun tetap keras kepala, Allah menurunkan berbagai peringatan kepada Mesir.
Akhirnya Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari Mesir.
Fir’aun mengejar mereka dengan pasukan besar.
Namun ketika sampai di Laut Merah, Allah menolong Nabi Musa.
Laut terbelah.
Bani Israil selamat.
Fir’aun dan tentaranya tenggelam.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
Surah Yunus ayat 90
Artinya:
"Hingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata: Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil."
Namun penyesalan Fir’aun sudah terlambat.
Hikmah untuk Pendengar
Sahabat pendengar Radio Sisnet…
Dari kisah Nabi Musa kita belajar:
-
Kebenaran pasti menang melawan kezaliman
-
Kesabaran adalah kekuatan orang beriman
-
Kekuasaan zalim tidak akan bertahan selamanya
Seberat apapun tekanan penguasa terhadap orang yang benar, pada akhirnya Allah pasti menolong hamba-Nya yang sabar.
Penutup Penyiar
Sahabat pendengar Radio Sisnet 90,5 FM…
Semoga kisah perjuangan Nabi Musa melawan Fir’aun ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berada di jalan kebenaran.
Karena sejarah telah membuktikan:
kezaliman pasti hancur, dan kebenaran pasti menang.
Semoga ilmu yang kita dengarkan pagi ini menjadi amal dan menambah keimanan kita kepada Allah SWT.
Saya Bang Sis pamit undur diri dari program “Sebaiknya Anda Tahu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



